"Buruan, Mas!!" seru Alin dengan panik saat berhasil masuk ke dalam mobil. Nafasnya terlihat ngos-ngosan. Tanpa meminta dua kali, sang sopir taksi mengerti situasinya. Berulang kali Alin menoleh ke belakang, memastikan jika sang ayah tidak mengejarnya.
Ia menghela nafas lega, saat tahu jika keadaannya sudah aman. Dengan susah payah ia menelan salivanya, tenggorokannya terasa kering akibat berlari dan rasa takut beberapa saat lalu.
Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, akhirnya ia sampai di apartemen, memberikan uang ongkos lebih untuk sopir taksi tersebut.
Langkah wanita cantik itu terlihat gontai, ia terlihat kelelahan dan merasa di sekujur kakinya pegal-pegal.
TING!!
Suara lift berhenti di unit apartemennya, sebelum masuk, ia berhenti sejenak untuk bersikap seperti biasanya. Lantas ia menekan kode unit apartemennya.
"Nduk! kok lama banget? keliling kemana aja?" katanya ibunya saat dirinya sampai di ruang tamu. Alin mencoba tersenyum, lebih tepatnya senyum yang di paksakan.
"Ke taman aja kok, Bu. Udah lama nggak menikmati suasana di luar jadi lupa waktu." Jawab Alin beralasan, karena haus, ia berjalan ke arah lemari pendingin, mengambil sebuah botol berukuran sedang dan meneguknya hampir setengah.
Rasa dahaga yang semula mencekik lehernya, kini sudah sirna setelah di guyuran dengan air dingin yang segar.
Kartika mendesah pelan, ia menatap putrinya, "Tuh liat muka kamu, keliatan kecapekan, loh."
Alin nyengir, lalu berpamitan untuk pergi ke kamarnya. Kartika menatap putrinya hingga tubuh mungilnya hilang dibalik pintu.
Setelah sampai di kamar, ia melempar tas selempangnya ke atas ranjang dengan asal. Ia menghembuskan nafasnya dengan kasar. Lalu duduk di tepi tempat tidur, ia kembali teringat dengan apa yang dia lihat beberapa waktu lalu.
"Aku nggak nyangka kalo ayah bisa tega mengkhianati, ibu." Gumamnya, "bukan saja mengkhianati ibu, tapi ayah juga tega merebut usaha milik ku." Ia mengusap kasar wajah cantiknya.
…
Pelakor Itu Sahabatku
Bab. 110
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 116 Episodes
Comments
stela aza
bodoh di pelihara si Alina ,, otaknya di pakai jgn diam j butik kamu di kuasai sama ayah angkat mu,,, g suka karakter Alina modal cantik doank TPI bodoh g ketulungan,, 😂 km kan bisa berunding sama adek kamu yg cowo jgn diam j 😅
2025-03-07
1
Lee Mba Young
Pemeran utamanya terlalu bodoh ya. pdhl punya bukti bpknya sprti itu.
mknya dulu bisa di selingkuhi lakinya tnpa bisa membalas. sekarang butiknya di kuasai bpknya pun gk bisa ngapa ngapain.
jng jadikan dia peran utama terlalu bodoh untuk peran utama.
lbih suka peran utama yg cerdas.
2025-03-07
1
Lee Mba Young
pdhl dia keturunan orang pinter, bpk kandung nya pengusaha hrs nya kepintarannya ada nurun lah. ini gk sama sekali. dia gk ada kecerdasan blas,
2025-03-07
2