Nafas Revan masih tersengal-sengal, dadanya terlihat naik turun dan kedua matanya terpejam. Disampingnya, Lenna tak jauh berbeda dengan Revan, ia merasakan tubuhnya begitu lelah. Namun, jauh didalam hatinya, ia sangat puas dan senang, segaris senyuman melengkung sempurna di bibirnya.
Kelopak matanya secara pelan terbuka, ia menoleh kesamping, melihat kearah laki-laki tampan di sampingnya, dengan pelan, ia beringsut turun dari ranjang lalu melangkah kedepan, tangannya meraih kamera pengintai yang sengaja ia pasang di atas bufet televisi, tertutup oleh vas bunga.
Dengan cepat ia menyembunyikan benda tersebut dari jangkauan Revan, sebelum pria itu benar-benar pulih seperti biasanya.
Wanita itu memunguti lingerienya, saat akan ke kamar mandi, tangannya di cekal oleh Revan dengan kuat. Raut wajahnya terkejut saat tatapan mata keduanya bertemu, sorot mata Revan yang tajam, tanpa berkedip dan raut wajahnya yang mengeras terlihat memerah menahan emosinya.
Lenna mencoba melepaskan cengkraman tangannya, "lepas! sakit, Mas!" teriaknya, ia terus memberontak.
"Apa ... kamu menjebak ku?" tanyanya dengan nada yang dingin, tanpa melepaskan cengkraman tangannya.
Mantan istri sirinya itu menggeleng cepat, "ngejebak, apa? apa maksudnya?" ia mulai berkelit, memasang raut wajah bingung.
"Bohong!!!" bentak Revan di depan wajah Lenna, membuat wanita itu terpejam dan memundurkan wajahnya.
"Terserah, kamu! mau percaya apa enggak." Serunya tak kalah lantang.
Plak!
Trang!!!
"Aaaaaa... aaa... sa-sakit, Mas."
Tubuh wanita hamil itu terhuyung kesamping dan menabrak sudut buffet televisi dengan kencang, vas bunga yang sempat ia geser ke pinggir, yang beberapa saat lalu untuk menutupi kamera pengintai itu, pecah seketika terkena senggolan tangannya.
Lenna mengerang kesakitan, membuat Revan terbelalak, ia tak menyangka jika tamparannya begitu kuat.
"M-mas ... sa-sakit, Ma-mas" rintih Lenna terduduk di atas lantai sembari memegang bawah perutnya.
Mantan suami Alina bertambah panik saa…
Pelakor Itu Sahabatku
Bab. 96 cidera
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 116 Episodes
Comments
Farida Rida
Makanya aq jg udah g mau kasih Like, ceritanya udah enak dibaca, muter" terus pelakornya menang terus, sungguh membosankan
2024-12-21
2
sagi🏹
ayo kaka othor segera bongkar kejahatan lenna sama ibu nya..terus kemana kira2 bapak angkat nya alin..
2024-12-21
1
Pirly Pranata
ceritany muter2 doang
jdi bosen bcany, ntah kpn lenna sma ibuny dpt hukuman
2024-12-20
1