Alina menikmati kue yang di belikan oleh ibunya beberapa menit lalu, ia mengunyahnya dengan pelan. Namun, diam-diam ia memperhatikan Kartika melalui ekor matanya. Alin bisa melihat ada gurat kegelisahan di wajah teduh ibunya.
"Apa yang ibu sembunyikan dari, Alin, Bu?" bisik hati Alina.
.
Tidak terasa siang telah berganti menjadi malam. Beberapa menit lalu seorang dokter dan perawat baru saja memeriksa Alina, wanita cantik itu tidak bercerita atau mengatakan apapun perihal ia belajar berlatih berjalan siang tadi, baik kepada sang dokter atau ibunya.
"Ibu senang banget, akhirnya kondisi kaki kamu udah lebih baik, Nduk." Ujar Kartika yang berdiri disamping ranjang Alina, ia membenarkan selimut dan menariknya hingga batas dada Alina.
"Kamu nggak usah mikirin apa pun dulu, ya? Usaha bisnis milik mu udah ada Ayah yang ambil alih, ayah sudah membalikan nam---."
"A-apa? Ayah?" Alina terkejut mendengar penuturan ibunya.
Reflek Kartika gelagapan saat menyadari ia telah kelepasan bicara. Lalu ia mengangguk dengan senyum yang terkesan di paksakan.
"Sejak kapan, Bu?" tanya Alina dengan penuh penasaran.
"Sejak 1 bulan kamu dirawat, Nduk?" jawab Kartika dengan tidak enak hati.
Tentu saja Alina terkejut. "A-apa ... satu bulan?" gumamnya lirih. Pasalnya, sang ibu tidak memberitahukannya sama sekali, bahkan sampai hari ini, jika seandainya sang ibu tidak kelepasan bicara mungkin ia tidak akan tahu.
"Kok, ibu nggak bilang sih sama Alin?" tuntutnya kepada Kartika.
"Gimana mau bilang, kedaan kamu aja waktu itu udah parah banget, Lin?"
Alina mendesah pelan, ia menghela nafas. Jujur saja, ia sangat kecewa atas apa yang di lakukan oleh ayahnya serta sang ibu yang terkesan menyembunyikannya.
Alina mulai merasakan bahwa sang ayah selalu menginginkan apa yang ia punya. Ia tahu betul, jika sesuatu yang sudah ayahnya pegang, mustahil untuk bisa di minta kembali.
"Ck... Durhaka nggak bisa kalo aku kesel sama mereka?" rutukn…
Pelakor Itu Sahabatku
Bab.103
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 116 Episodes
Comments
Ira
Biar bkn anak nya tp dia merawat km dgn baik.. Tdk seperti bapak mu selingkuh dan parahnya selingkuhan nya membunuh ibumu.. Byk org yg sedarah lebih kejam.. Orang lain lebih baik..
2025-01-23
1