“Dia harus melahirkan sekarang. Tapi masalahnya kita tidak memiliki pilihan. Jalan apapun yang diambil semuanya memiliki resiko tinggi. Kalau kita caesar panic attacknya bisa semakin besar dan itu akan sangat berbahaya untuk keduanya. Ancaman pecah pembuluh darah akan semakin besar karena tekanan darahnya juga tinggi. Jika kita mengambil jalan normal, dia harus benar-benar kuat bertahan hingga akhir.
“Tapi bayinya sehat kan?”
“Syukurlah bayinya sehat. Air ketubannya juga masih cukup jadi dia tidak dalam kondisi yang buruk, tapi masalahnya ada pada sang ibu.”
“Kalau kau yang mengoperasinya saja ragu, artinya resiko pada menantu dan cucuku tidak main-main. Menurutku melahirkan normal adalah jalan terbaik. Kita usahakan dulu sembari menunggu tekanan darahnya turun. Jika memang tidak bisa baru kita operasi,” kata Tiwi pada akhirnya.
“Mama mau biarin Rere kesakitan terus kaya gitu?” tanya Jevan yang ikut mendengarnya dari luar gorden.
Mama menghela nafas ketika mendengar suara putranya bergetar. Dia sedikit menyibakkan gorden di sekitar bed menantunya kemudian menemui Jevan dan menepuk kedua pundak putranya, “kamu diem aja Jev. Percaya sama Mama, kamu sekarang hapus air matamu terus temani istrimu. Apapun yang terjadi jangan ditinggal, ngerti?” kata Mama Tiwi pada Jevan. Mau tidak mau Jevan hanya bisa mengangguk mengiyakan. Dia sudah tidak bisa berpikir jernih. Dia kaget bukan main mendengar diagnosa dokter barusan ditambah Ibunya juga ikut berbicara hal yang sama.
Saat ini Jevan dan Rere hanya berdua, di salah satu bangsal di rumah sakit. Beberapa menit lalu dokter kembali memeriksanya dan menyampaikan kabar baik jika Rere memiliki cukup tenaga untuk melakukannya. Seharusnya Jevan senang mendengarnya tapi di saat dia melihat wajah pucat dan keringat dingin itu membasahi seluruh tubuh cantiknya sudah cukup membuat dia yakin jika Rere hanya pura-pura kuat.
“Mas, tanganmu kenapa?” tanya Rere pada Jevan.
“Nggak papa cantik, nggak usah pikirin aku. Kamu fokus aja ya,” kata J…
Ours In Another Story
12. Kisah Kelahiran Anak Kami
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 77 Episodes
Comments