Jevan tanpa sadar sudah melamun. Dia juga teringat pada pukulan yang pernah dia layangkan pada saudara kembarnya. Pukulan pertama yang dia berikan pada Jovan. Seumur hidup, sejengkel-jengkelnya Jevan pada saudara kembarnya itu dia tidak akan se-emosi kemarin.
Jevan mulai merasakan perasaan tidak enak dan merasa bersalah karena main hakim sendiri tanpa tahu bagaimana dan seperti apa kejadian yang sebenarnya. Dia bahkan ketika itu belum mendengar ceritanya dari versi Jovan. Dia menyesali kenapa dia langsung memukul Jovan tanpa bertanya dulu padanya. Kenapa pula Jevan tidak bisa menaruh kepercayaan sedikit saja pada saudara kembarnya. Padahal selama ini kan Jovan selalu menceritakan apapun yang terjadi padanya. Jovan dan Jevan sering berbagi cerita, tapi kenapa pula dia dengan mudah tersulut emosi begitu.
Sesaat Jevan berpikir jika dia tidak kalah brengs*knya dibandingkan dengan Jovan. Dia juga bekerja, memiliki kesibukan yang sering menyita waktunya. Bahkan sebenarnya jauh sebelum ini dia memiliki satu dosa besar yang sampai sekarang masih dia usahakan pengampunannya. Dia pernah menduakan Rere dan dengan ketidak-tegasannya itu hampir membuat cantiknya pergi dari sisinya. Lalu apa bedanya dia dan Jovan? Dia sekali lagi menyalahkan dirinya sendiri. Seharusnya dia mengerti jika saudara kembarnya itu membutuhkannya. Bukannya malah dia hantam begitu saja bahkan di hadapan Junius dan Mama.
Tanpa Jevan sadari, Rere terus memperhatikan suaminya yang tengah duduk di bangku panjang dekat pintu sambil melamun. Rapat koordinasinya baru saja selesai dan para karyawannya mulai kembali pada kesibukan masing-masing. Mereka membenahi isi butik, mengubah beberapa tatanannya sesuai dengan kesepakatan yang sudah mereka buat barusan.
Tidak satu pun karyawan Rere memberikan izin pada bosnya itu untuk ikut bekerja kasar. Jadi Rere hanya mengawasi dari meja kasir saja. Sesekali dia akan memberikan instruksi tambahan atau menegur jika memang ada yang tidak sesuai dengan keinginannya. Tadinya…
Ours In Another Story
56. Kelelahan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 77 Episodes
Comments