Ketika itulah Nafiza terbangun mencari ibunya. Dia merengek dan langsung minta digendong oleh Rere. Terpaksa, mau tidak mau Nafiza akhirnya tidur dalam gendongan Rere sementara dia bekerja menyelesaikan pekerjaannya. Tangan kirinya menopang tubuh Nafiza, sedangkan tangan kanannya terus menggoreskan garis di buku sketsa.
“Han, ini polanya udah aku buat sekaligus ukurannya. Tolong besok kamu cutting, sekalian dicicil ya. Ini di setiap design sudah aku kasih nama client sama deadlinenya. Maaf banget aku pulang duluan ya, kalian kalau mau lembur jangan sampai lebih dari jam 11. Badan kalian juga butuh istirahat,” kata Rere.
"Terus mbak rapatnya?" tanya Dwi.
"Besok aja," jawab Rere.
“Siap mbak, makasih. Hati-hati di jalan mbak,” jawab Hanna diikuti dua yang lainnya.
Rere memilih duduk di belakang memangku Nafiza sedangkan Jevan kini mengendarai dengan pelan agar tidak mengganggu tidur pulas putrinya. Jevan lebih dulu mampir ke salah satu penjual bakso dan membeli 2 porsi untuk mereka makan malam. Sampai di rumah, Rere dan Jevan dengan perlahan menidurkan Nafiza lalu mengganti pakaiannya dengan piyama tidur. Tadinya anak ini sempat merengek, tapi begitu mendengar suara Papanya dia bisa kembali tidur.
Rere lebih dulu melangkah masuk ke kamar mandi dan secepat kilat membersihkan seluruh badannya yang lengket karena keringat. Dia benar-benar lelah hari itu. Mereka bahkan baru mendarat dari Bali kemarin dan hari ini keduanya langsung bekerja keras menyelesaikan semua pekerjaan yang sempat tertunda. Jevan juga sudah selesai mandi ketika Rere selesai menata makan malam untuk keduanya. Selesai makan, Rere menuju ke rak di bawah tv dan meraih kotak obat yang selalu dia letakkan di sana. Dia menelan satu butir Paracetamol kemudian menghabiskan segelas air langsung menuju ke kamar untuk tidur.
“Mas, mangkoknya tinggal aja biar kuberesin besok. Ayo tidur aja sekarang, aku udah ngantuk,” kata Rere.
Jevan menurutinya. Dia kemudian meraih kotak obat yang sama, mencari dua lembar koyo d…
Ours In Another Story
38. Kesibukan Masih Berlanjut
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 77 Episodes
Comments