Hari ini sesuatu yang tidak disangka-sangka terjadi. Jevan yang sedang berada di kantor bersama dengan Jovan dan Junius langsung berlari dan sesegera mungkin menuju ke butik. Dia baru saja mendapat kabar dari Cedar jika sesuatu terjadi. Busana yang akan Rere ikutkan catwalk fashion week lusa koyak, rusak, dan sobek di sana-sini. Ketika Jevan sampai di sana, dia menemukan Hanna yang berusaha menenangkan Rere yang syok berat dengan apa yang terjadi.
"Mama...," panggil Jevan kemudian mendekati Rere.
"Apa yang terjadi?" tanya Jevan.
"Mas..., gaunku. Gaunku rusak, nggak tahu kenapa," kata Rere yang berusaha menahan tangisannya.
Jevan menoleh, dia melihat sendiri bagaimana menyedihkannya gaun itu sekarang. Butuh waktu berbulan-bulan untuk menyempurnakannya. Dia sendiri tahu gaun ini dibuat langsung dari tangan Rere. Dibuat dengan sepenuh hati dan penuh harapan dalam setiap detailnya.
"Mama..., lihat Papa sini," kata Jevan yang berusaha menenangkan Rere yang mulai menangis. Jevan tidak mampu memenangkan atensi istrinya, jadi dia dengan terpaksa langsung menggendong Rere masuk ke dalam ruang staff agar bisa dia tenangkan. Hanna masuk membawakan air minum kemudian melangkah keluar meninggalkan kedua bosnya itu.
"Cantik, istighfar. Kasihan adek di dalam kalau kamu kaya gini terus," kata Jevan yang mendekap Rere yang begitu lemas.
"Tapi gaunku Mas..., aku harus bagaimana," kata Rere masih saja menangis dengan tubuh yang mulai gemetar.
"Shtt..., tenang cantik. Tenangkan dirimu dulu," kata Jevan.
Rere mengeratkan pelukannya pada Jevan. Dia menyembunyikan wajahnya dalam ceruk leher Jevan dan menangis meluapkan semua emosinya. Ketika itulah seorang gadis kecil berlari masuk ke dalam ruang staff dan ikut menangis.
"Papa..., hiks..., Mama kenapa?" tanya Nafiza.
"Shtt, sini sayang deket Papa," minta Jevan.
"Nggak mau Nafiza takut Mama," kata Nafiza.
"Nggak papa. Mama cuma nangis kok sayang, Mama nggak kenapa-napa. Sini Nafiza kalau mau peluk Mama," kata Jevan penuh pengertian.
Nafiza…
Ours In Another Story
64. Teror
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 77 Episodes
Comments