“Jovando…! Ngalamunin apaan sih?” tanya Monik setengah berteriak karena sejak tadi Jovan tidak menyahut panggilannya.
“Huh…, apa...,? Iya kenapa?” tanya Jovan gelagapan.
“Ayah jangan ngalamun maghrib-maghrib gini kesambet loh,” kata Monik. Jovan cuma nyengir lalu lebih memilih menghabiskan es tehnya kemudian berjalan ke pagar pembatas rel meninggalkan Monika yang kini mulai menyusulnya.
Tidak lama berselang, sebuah kereta melaju dengan kecepatan penuh membuat suaranya menggema ke segala arah. Bersamaan dengan itu Jovan berteriak sambil menatap Monika, “MONIKA, AKU CINTA SAMA KAMU....!!!!”
Mendengar itu Monika langsung membungkam mulut Jovan dengan tangannya. Dia malu dong, karena saat ini seluruh orang yang ada di sana termasuk juga seorang nenek penjual kacang rebus menyoraki mereka berdua.
“Biar semua orang tahu kalau cuma kamu yang aku mau Mon, cuma kamu yang aku sayang. Love you Bunda,” kata Jovan kali ini dengan volume suara yang normal. Orang-orang di sekitar kembali menyoraki mereka setelah kalimat Jovan selesai diucapkan. Monik sudah malu setengah mati, tapi ada juga satu rasa bahagia karena ini adalah kali pertamanya seorang Prasetya Jovando Kusuma berani menyatakan cinta di hadapan umum.
Rasanya seperti ada ribuan kupu-kupu yang terbang dari perutnya begitu mendengar kalimat Jovan barusan. Sudah hampir 30 tahun mereka bersama. Sudah terhitung selama itu juga Monika menyimpan rasa pada sosok Prasetya Jovando Kusuma. Sosok yang selalu ada untuknya, sosok yang dingin, tidak banyak bicara, namun begitu perhatian dan bisa mencintainya dengan begitu hangat.
Jika mengingat dulu saat pertama kali Monika mengetahui jika dirinya menaruh hati pada Jovan rasanya geli juga. Dia yang akhirnya memutuskan untuk menyatakan perasaannya lebih dulu. Walaupun hatinya penuh dengan keraguan dan ketidakpastian, tapi dia masih berusaha untuk menyampaikannya. Jevan yang mengajaknya untuk bicara ketika itu. Dia juga yang menyarankan untuk Monika bicara pada Jovan karena hanya dia ya…
Ours In Another Story
17. Perjuanganku Tidak Sia-sia
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 77 Episodes
Comments