Selesai sudah pekerjaannya hari ini. Hanya tinggal membuang sampah di ujung gang dan beres. Sepanjang jalan dia bahkan sudah membayangkan akan tidur lelap sambil memeluk Lia, eh dia malah bertemu dengan pak RT yang mengajaknya diskusi soal keamanan komplek yang katanya sedang tidak baik-baik saja.
"Mohon maaf pak RT, bukannya saya menolak tapi kan di depan sudah ada pak Satpam yang stay 24 jam. Buat apa juga masih ada siskamling," kata Junius.
“Oiya ding mas saya lupa. Maklum saya dulu waktu masih muda tinggalnya di kampung. Ini mah akal-akalan anak saya saja nyuruh saya pindah kesini. Jadi masih suka kebawa suasana kampung.”
Mulai lagi, untung handphone Junius berdering dan lebih beruntungnya lagi ternyata Lia yang menelepon mencari dirinya yang tidak kunjung kembali. Lepas sudah dia dari jerat curhatan tak terbatas dan melampauinya milik pak RT. Tapi satu ujian baru sudah menantinya, begitu buka pintu dia bisa langsung mendengar kembarnya menangis. Kalau dari suaranya sih Krisna yang menangis. Dia mengompol dan membasahi seluruh pakaiannya memaksa Junius mengurungkan niat untuk segera merebahkan diri. Dia dengan telaten mengganti popok anak bungsunya dan menidurkannya kembali.
Sudahlah sudah lelah dia, mana Lia hanya cengar-cengir menatap dirinya dari atas kasur empuk dengan balutan selimut hangat. Dia hampir saja misuh kalau tidak melihat Lia menyingkap sedikit selimutnya sebagai tanda meminta Junius ikut berbaring di sebelahnya.
“Capek ya?” tanya Lia pada Junius yang langsung memejamkan mata dan masuk dalam pelukan Lia.
“Banget. Gila Bunda kamu hebat bisa ngurus semuanya sendirian,” kata Junius kembali membuka matanya.
“Makasih. Karena Ayah sudah berjasa besar buat Bunda dan anak-anak, Bunda mau kasih hadiah deh buat Ayah,” kata Lia membuat mata 5 watt Junius bening seketika.
“Bener ya? Bunda udah kasih ijin lo, udah ACC. Nggak bisa ditarik lagi,” kata Junius.
“Nggak sekarang Ayah. Kepalaku masih pusing, aku masih demam juga. Ya kecuali kalau kamu mau besok pagi…
Ours In Another Story
33. Junius Chandra dan Tingkahnya
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 77 Episodes
Comments