Monika malam itu juga menuju ke kantor polisi. Hampir tengah malam ketika Monika dan Jevan sampai di kantor polisi. Mereka melihat Jovan duduk terus menunduk di balik jeruji di pojok ruangan. Monika sekuat tenaga menahan tangisannya dan lebih memilih mencari tim penyidik yang mengurus kasus suaminya. Selama Monika mengurusnya, Jevan mendekat ke arah sel Jovan dan duduk di depannya. Dia melihat saudara kembarnya menangis dengan penuh penyesalan membuat Jevan ikut meneteskan air matanya juga.
“Papa sudah sadar Jo, walaupun Papa sekarang lumpuh tapi setidaknya Papa masih sanggup berkomunikasi secara lancar. Papa hanya tidak bisa menggerakkan kaki dan tangannya dengan baik. Kamu jangan salah paham, Papa sakit bukan karena kamu. Timingnya saja yang nggak pas, ketika kamu sama Monika ada masalah Papa malah jatuh sakit,” kata Jevan.
“Je, kenapa Monik bisa ada di sini? Aku sudah nggak punya apa-apa, aku juga bukan siapa-siapa lagi. Tapi kenapa dia masih mau ke sini bela aku?” tanya Jovan.
“Karena kamu butuh dia. Makanya dia datang. Kamu nggak salah apa-apa Jo, Monika juga memilih kamu bukan karena jabatan atau harta kamu. Dia memilih kamu karena dia tahu kamulah yang terbaik buat dia. Karena kamu adalah Jovando,” kata Jevan.
“Kita berdua sudah kenal Monika sejak kecil. Dan sejak awal aku tahu kalau dunia Monika itu hanya berputar-putar di sekitarmu. Kamulah mataharinya. Bahkan di setiap pertengkaran ku dengannya hanya ada namamu disebut. Masihkah kamu ragu?” kata Jevan.
“Kenapa harus aku yang penuh kekurangan ini yang dia mau? Kenapa bukan kamu yang selalu ada buat dia, yang selalu berhasil menghibur dia ketika dia sedih. Kenapa harus aku?” tanya Jovan.
“Nggak Jo. Aku ditakdirkan untuk Rere. Bukan buat dia. Lagi pula, kamu salah. Bukan aku yang selalu ada buat dia, bukan aku juga yang selalu berhasil menghibur dia, tapi kamu. Prasetya Jovando Kusuma yang selalu ingin tahu dan selalu mendukungnya. Aku berani bilang, kalau sebenarnya kamulah yang pertama kali memulai hubungan…
Ours In Another Story
49. Melangkah Untuk Lebih Baik
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 77 Episodes
Comments