Pagi yang damai seperti biasanya. Rere bukan yang pertama bangun pagi ini, Jevando sudah lebih dulu membuka mata dan beranjak masuk ke kamar mandi. Belum sampai anak-anak bangun juga Jevan sudah rapi menggunakan jas dan kemejanya. Dia hanya meraih satu lembar roti dan dalam sekali minum menghabiskan teh hangat buatan Rere.
“Cantik, kamu bawa mobil hati-hati ya. Nggak usah ngebut, aku berangkat duluan,” kata Jevan berpamitan pada Rere.
“Anak-anak di kamar dipamiti, nyariin nanti,” kata Rere setelah cium tangan.
“Oiya Mas, tadi Iyus ngabari kalo Lia udah masuk rumah sakit. Kamu pulang jam berapa? Bantu jagain anak-anak.”
“Sebelum ashar, insyaallah. Papa berangkat ya, assalamualaikum,” akhirnya Jevan benar-benar pamit.
“Waalaikumsalam, Papa hati-hati.”
Selepas kepergian Jevan, Rere masuk untuk membangunkan Nafiza dan Abi yang sejak 2 hari lalu dititipkan di sini. Agar Junius tidak repot karena dia harus fokus pada istrinya karena Lia begitu masuk bulan ke 9 langsung bed rest total dan tidak sanggup melakukan apapun. Apalagi Abimanyu itu anaknya sangat-sangat aktif. Sedangkan Junius bukan tipe Ayah yang telaten mengurus anak kecil jadi agar situasi tetap aman terkendali dia menitipkan putra sulungnya pada Mas Jevan dan Mbak Rere sesuai permintaan Abi yang ingin selalu bersama sepupunya.
Mulai bulan kemarin Abi dan Nafiza sudah mulai sekolah. Walau rumah mereka berjauhan tapi tetap sekolahnya ingin sama. Mereka tidak pernah mau berpisah dan selalu bersama layaknya anak kembar. Padahal kan di dekat rumah juga ada TK, tapi berhubung mereka mau sekolah bersama ya sudah dicarilah sekolah yang letakkan ada di tengah-tengah jadi tidak jauh dari rumah Abi dan Nafiza, biar adil.
“Tante, Ayah sama Bubun kok belum jemput Abi?” tanya Abi ketika Rere sedang membantu keduanya memakai sepatu.
“Abi kan katanya mau punya adek. Sekarang Mama lagi di rumah sakit, biar nanti Abi bisa ketemu sama adeknya Abi.”
“Kok harus ke rumah sakit? Emangnya Mama sakit?”
“Nggak juga sih, tapi tetap saja…
Ours In Another Story
18. Membantu Lia
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 77 Episodes
Comments