Menjelang makan siang, ketiga model dadakan itu melangkah ke salah satu ruangan yang memang sudah disiapkan untuk acara makan-makan. Sementara para karyawan semua juga makan siang, Mama menyiapkan tempat khusus untuk keluarganya. Bukan karena beda menunya, hanya berbeda lokasinya saja. Agar tidak kacau dan menumpuk berebut mengambil makan siang.
Rere adalah yang terakhir melangkah masuk bersama dengan Nafiza dan Jevan. Lebih dulu dia mengambilkan piring kemudian dia isi dengan nasi dan lauk pauk untuk putrinya. Setelahnya dia mengajak putrinya untuk duduk bergabung dengan kakek dan neneknya yang makan di salah satu meja dikelilingi oleh cucu-cucu mereka.
Selesai memastikan Nafiza mulai makan dengan tenang, Rere melangkah kembali ke meja prasmanan untuk mengambil makan untuknya sendiri. Ketika dia ada di sana, Jevan masih berdiri bingung memilih antara mau makan ayam atau rendang saja. Rere tersenyum melihat suaminya. Dia memang belakangan ini suka plin plan dalam hal menentukan menu makan. Sepertinya kehamilan Rere berimbas pada suaminya.
Rere tidak mengalami ngidam sama sekali, hanya morning sickness saja yang dia rasakan tapi untuk ngidam Jevan semua yang ambil alih. Sering kali dia akan tiba-tiba ingin sesuatu. Beruntung jika tidak harus Rere yang membuatkan atau mencarikan. Jika mengingat ketika itu dia tiba-tiba ingin ice cream vanilla tapi harus Rere yang membuatkan kan repot. Sudah lelah mengurus semua pekerjaannya dia masih harus meladeni ngidamnya sang suami.
"Ayam aja enak," kata Rere di dekat telinga kiri Jevan.
"Rendangnya melambai-lambai. Ihh rendang buatan Mama tuh top markotop lho. Ambil rendang aja apa ya," kali ini Rere berkata di dekat telinga kanan Jevan.
"Tapi ayam goreng mentega gini jarang ada yang bikin seenak Mama yang buat, ayam aja deh," Rere kembali bicara di telinga kiri Jevan.
"Kamu ngapain sih?" tanya Jevan yang mulai terganggu dengan apa yang dilakukan oleh istrinya.
"Cosplay jadi isi kepalamu yang lagi bimbang mau ambil ayam atau dagi…
Ours In Another Story
63. Momen yang tak Terganti
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 77 Episodes
Comments