Siapa yang tidak kenal negara Indonesia, bangsa kita yang tercinta. Negeri yang subur tanahnya, melimpah ruah hasil tambangnya, dan miskin penduduknya. Ya miskin, bahkan sejak berabad-abad yang lalu. Penjajahan Belanda mengeruk kekayaan kita selama hampir tiga setengah abad, meninggalkan banyak sejarah. Tapi ini masih biasa bila dibandingkan penjajahan Jepang selama tiga setengah tahun. Kekejaman bangsa Jepang ini masih mengakar erat di sini. Ya, di dunia Sisi Lain, aku bisa merasakan tangisan pribumi. Horor kekejaman Jepang menyelimuti lorong gelap gulita ini.
Aku melirik ke samping kiri, pedar cahaya senter menerangi terowongan sempit itu. Jantungku terasa jatuh dan bangkit seketika. Tengkorak manusia dan kerangka bertebaran di dalam lorong kecil itu.
Romusha, gumamku dalam hati.
Sally melekat pada diriku. Sesuatu membuatnya takut. Aku menyadari yang ditakutkan Sally adalah jeritan tawanan perang yang sudah menuju dunia atas sana.
Langkah kaki bergaung. Mahendra menaikkan senternya.
"Ingat formasi," ucap Mahendra.
Zoya maju paling depan, disusul Mahendra dan Aku. Anje, Nadla, dan Sally di tengah sementara Antara paling belakang.
Kami melintas lorong gelap gulita. Pekik jiwa malang mengagetkan Zoya. Kami siaga. Suara gerobak dorong membahana, kami tercekat. Derap langkah kaki bergaung kemari. Puluhan jumlahnya. Zoya membelalak.
Aku menebak langkah kaki berirama itu adalah batalion perang, tapi ketika cahaya putih menerangi depan belakang lorong, kami hanya mendapatkan desau angin melolong. Zoya gemetar.
"Kok horor banget ya? Apa perasaan watashi aja atau emang gua ini makin serem aja jir?"
"Terakhir kali tidak seperti ini." Mahendra mengarahkan moncong SSR2-nya ke mulut lorong.
Kami berbelok, ruang amunisi kami masuk dan lalui. Sebetulnya sudah dipetakan peninggalan kekejaman Jepang ini, seluk beluknya hingga titik mana saya yang berbahaya. Namun tetap saja membuat bulu kuduk berdiri.
Mahendra berhenti. Kami tiba di perempatan. Cahaya putih menerangi dinding ber…
Temui Aku Di Sisi Lain
Chapter 13 - Fire With Fire (Bagian Satu)
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 69 Episodes
Comments
Story
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
2025-06-20
0
Agniz
seru!!!
2024-04-22
1
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Han Boshalvaya
🤣🤣🤣
2024-02-25
1