Satu yang terlupakan, Slendermann masih mengejarku... dan dia sekarang tidaklah sendiri.
Masih dalam posisi tangan menompang tubuh, aku tak berdaya menyaksikan makhluk tinggi jangkung itu berjalan kemari; Para siswa terheran akan ledakan suara tadi, bertanya-tanya penyebab ledakan suara.
"Apa tadi?"
"Teroris?"
"Eh apaan sih tadi?"
Dia ada di depan kalian!
Aku menelan ludah. Slenderman sudah berada di depan hidungku. Dia dekat sekali, hanya aku dan Gadis Antagonis di sampingku yang bisa melihatnya. Slenderman dan makhluk mengerikan yang muncul dari kegelapan. Lelepah dan Banaspati menerjang kemari, saling serang siapa dulu mendapatkan kami.
Satu detik yang terasa seperti satu jam. Slendermann melangkah. Jantungku berayun-ayun. Kemudian tiba-tiba, lampu emergency menyala. Bell berdering nyaring. Sirine pertanda ada kebakaran.
SPLASH!!!
Asap mengepul, berhambur ke segala penjuru. Jerit dan lolongan bercampur aduk dalam simfoni yang janggal. Semua siswa memekik tatkala mendengar tembakan meletus dan derak suara batok kepala Banaswati yang dihantam sesuatu. Seseorang meneriakkan namaku dari dalam kabut.
"Raya, lari!"
BUK! Mahendra keluar dari asap, menghantam punggung Slendermann. DOR! Anje hadir membantu, melepaskan timah panas, melobangi kepala Slenderman. Slenderman mengaung.
Aku merangkak bangkit, hendak membantu melawan. Namun Mahendra menghentikanku.
"Kalian berdua duluan!" Seru Mahendra yang mana diperlengkap oleh Anje.
"Gua akan ikut pergi setelah ini beres!"
"Aku akan segera pergi, jangan melakukan hal nekat!" seruku balik.
Waktu yang bagus untuk bangkit dan berlari. Slendermann, terdistraksi oleh mereka. Segera aku menarik tangan Nadla, membawanya pergi bersamaku menuju lapang voli. Pertandingan telah usai. Tanpa perlu bisa melihat Yoma, semua yang berada di sekolah paham seberapa berbahayanya kondisi saat ini. Sesuatu perlahan menghancurkan sekolah.
Banaspati, sebuah kepala api yang terbang itu siap menerkam leherku. Aku menunduk menghindar. Terdengar derak…
Temui Aku Di Sisi Lain
Chapter 39 - In The End (Bagian Satu)
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 69 Episodes
Comments
Mizuki
padahal peluru perak
2024-08-10
0
Mizuki
aku jarang banget liat princess pakek kata "menyeringai tajam" padahal menurutku cocok klo buat lelembutan kayak gini,
klo boleh tau kenapa ya?
2024-08-10
0
Ayanagi Souma
rerak apa sih princess?
2024-08-06
0