Aku pernah bermimpi. Aku pernah bermimpi tidak pernah dilahirkan, hanya melayang bersama butiran abu di dalam kegelapan abadi. Aku pernah bermimpi, tubuhku sangat lemah sampai-sampai darah mengucur membagi pandanganku. Mereka menangisiku dan semua derita lenyap begitu saja.
Aku pernah bermimpi. Aku pernah bermimpi jatuh ke dalam jurang ketiadaan, sendirian. Sendirian berlari di lautan bintang yang kelam sampai akhirnya aku tiba di sebuah taman kosong tak berpenghuni. Di sana, aku bertemu anak seumuranku, rupawan tapi kurus seperti gading. Sangat muram sampai gelang birunya itu jauh lebih hidup daripadanya. Dia sama sepertiku, menangisi kepahitan hidupnya. Disana aku membantunya, memberi sarapan pagiku yang tersisa. Dia sumringah, bahagia.
Anak itu meraih tanganku, menggandeng sembari berkata. "Aku akan membantumu sebagai imbalan makanan ini." Katanya dengan senyum tulus. "Kita akan saling bantu, katakan saja apa yang kau mau."
"Baiklah," jawabku dengan senyum aneh. Aku tak mampu tersenyum saat itu. Tapi hatiku tersenyum.
Dengan begitu, kami berdua pun berjanji akan saling bantu. Dan benar, kami saling bantu. Hidup dalam dunia keras ini. Tapi, itu hanya mimpi.
Sesuatu menusuk-nusuk kepalaku. Saking tajamnya benda imajiner itu, aku tak sanggup duduk. Aku hanya mampu memandangi jam yang menunjukkan waktu 05.53 AM sembari terkulai lemah.
Pandanganku kualihkan pada meja yang disinari lampu temaram. Buku bergaris terbuka, menunjukkan kekosongannya. Bahkan bolpoin di atasnya tak sanggup menodainya.
Aku ketiduran lagi. Padahal aku harus belajar untuk persiapan senin nanti.
Suara ketukan menusuk gendang telingaku. Itu suara ketukan pintu, Bi Hannah.
"Apa," ucapku tak menentu. Mulutku terlalu kelu sampai tak sanggup menyelesaikan kalimatnya.
"Prontagonis, makanan sudah disiapkan di dapur. Bibi pamit pulang dulu, anak-anak di rumah sudah menunggu."
"Ya."
Bi Hannah sampai rela menginap kemarin malam hanya untuk mempersiapkan segalanya. Membantuku. Maka tak enak rasanya bila aku…
Temui Aku Di Sisi Lain
Chapter 27 - Pudar (Bagian Satu)
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 69 Episodes
Comments
Ayanagi Souma
sebut aja Netflix ma Disneyplus
2024-08-06
0