Asap mengepul di kiri kanan Kereta Penghubung. Seseorang memasuki gerbong.
"Pilar Cahaya sudah tiba, tiket Anda?" Sang Masinis berkata pada tembok imajiner.
"Ini, tujuh tiket kondektur."
Mahendra memberikan tiket berlapis perak itu pada Sang Masinis. Senyum merekah di wajah tanpa perasaan itu. "Dia tidak bisa dibunuh dan tidak bisa dikalahkan selagi mereka ada." Sang Masinis hilang dalam kegelapan terowongan di belakang kami.
Waktunya sudah datang wahai pembaca, atau pemirsa di rumah bila novel ini diadaptasi. Kami tiba di Dua Pilar. Pilar Cahaya, dan jauh di atas sana, bos terakhir telah menanti. Genderuwo.
Pernah kah kalian membaca Silmarilon dari Tokien? Terdapat dua pohon kembar yang menerangi dunia Middle Earth meski waktu itu belum ada matahari. Dua Pilar mirip seperti pohon kembar itu.
Di sini, aku berada di salah satu gelembung dunia Sisi Lain. Tempatnya mirip bagai pulau melayang dengan monumen aneh yang berdiri jauh di pusat. Monumen besar seperti bangsa mesir buat, bedanya terletak pada ujung monumennya yang berpendar bola merah yang melayang ganjil. Bola itulah yang menyinari seantero pulau.
Anje menyingkapkan senapan jitunya, wajahnya kelihatan sedikit terganggu. Kami terpaksa menoleh karenanya.
Mahendra diam berdiri di depan Anje. "Kita tukeran senjata saja, kau yang gunakan senapan serbu ini biar aku yang menjadi sniper."
"Aku bisa sendiri," ucap Anje sedikit tersaruk-saruk.
"Tembakan penembak jitu menjadi penentu, biarlah aku yang melakukannya. Lagipula gua dulu pernah juara olahraga tembak, memegang senjata sudah tak aneh bagiku, kau seharusnya lebih menyadari itu."
Anje berwajah masam. Pandangannya beku. Aku menyangka Anje akan berdecak garang tapi dia malah mengangguk kecil sementara kuasanya melemparkan senjata laras panjang kepada Wakil Ketua.
Recon R3 meluncur kemari. Kepala kapal mendarat di genggaman Antara. Kami mendapat berita baik dari si Ilmuwan Gila.
Pesawat remote sudah selesai memetakan pulai Pilar Cahaya. Devais mapping juga selesai m…
Temui Aku Di Sisi Lain
Chapter 20 - Sweet Victory
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 69 Episodes
Comments
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Han Boshalvaya
SPONTAN, uhuy ( konteks dari pemilu kemarin 🤣🤣, yang pilih Komeng pasti paham )
2024-02-25
1
💐💐💐
2024-02-14
1