Siluet hitam berkelebat dari sela pepohonan. Sally yang pertama melihatnya.
"Apaan tuh?"
"Bangun ges! Ada yang datang! Buru ambil senjata!" seru Zoya yang langsung ditanggapi oleh Antara dan Anje.
Kami merapat, saling bahu membahu menjaga titik buta satu sama lain. Kami membuat formasi lingkaran.
Kicauan aneh siluet hitam itu membuat bulu kuduk berdiri. Ia terbang dari pohon ke pohon. Netraku tidak bisa mengikuti kecepatannya. Makhluk itu terlalu cepat.
Dewi fortuna ingin keberuntungannya kembali kepadanya. Siluet serupa muncul dari arah berlawanan. Dua sekaligus. Ini gawat, insting bertahan hidupku aktif seketika siluet ketiga muncul. Mungkinkah Hak Istimewa Prontagonis akan aktif kali ini? Tidak, lebih baik jangan sekarang. Lalu apa yang musti dilakukan?
Aku mengedarkan pandang ke seantero hamparan putih ini. Salju dan pohon mati berjejal-jejal di seantero sisi, kecuali jauh ke arah utara sana. Samar berwarna hijau.
Sekilas saja tapi sudah cukup bagiku untuk menyadari di utara sana adalah hutan bambu.
"Apapun itu, jangan ragu untu—"
"Lari, kita tak bisa melawan mereka."
Aku berpaling, melesat seperti anak panah. Bagai orang yang dikejar malaikat pencabut nyawa, aku berlari secepat mungkin. Sally dan Zoya tanpa pikir panjang langsung berlari mengikutiku. Yang lain selanjutnya ketika siluet hitam itu mulai bertambah menjadi empat kemudian enam.
Mereka melompat seperti antelop tibet. Luwes dan cekatan. Aku terbuai dibuatnya. Seorang pelari handal pun akan kesulitan menyanggupi kecepatan melompat makhluk itu terbang dari pohon ke pohon. Langit-langit teman mereka dan kami mangsa mereka.
"Kenapa kita lari?" tanya Nadla kecewa.
"Lari kemana?"
"Udah lari saja, nurut perkataanku." Aku menggeram.
Zoya melirik ke balik bahunya. "Amboi!!! Makin banyak bat dah, apaan sih mereka?"
"Shinigami, dewa kematian, horus, atau apapun itu, mereka adalah kematian untuk kita," teriakku tak karuan karena berusaha bernapas cepat mengikuti langkah kakiku.
Pekikkan aneh terdengar jauh di bel…
Temui Aku Di Sisi Lain
Chapter 17 - Party Rock Anthem (Bagian Dua)
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 69 Episodes
Comments
Ayanagi Souma
sisi lain di Amerika ternyata sangat asia hutannya wkwkkwkw
2024-08-06
0