Kami tiba di depan portal setelah matahari mulai menyerong, tergelincir perlahan. Ardhan tiba paling akhir.
Aroma dupa menyeruak ke segala penjuru. Retakan planar merambat pada bidang imajiner antara dua patung. Semburat cahaya merah kelabu merekah dari ujung lain patung, merambat mengikuti retakan planar. Udara berdesing. Portal terbuka.
"Apa memang begitu?" Zoya berjengit. "Rasanya beda banget ama terakhir kali kita ke sini."
Mahendra menoleh padaku, kemudian pada Antara, lalu pada Anje.
"Oke ges, kalau ada apa-apa terjadi di dalam, kita langsung kabur. Perlengkapan kita sedikit." Mahendra mengumumkan. "Pake senjata kalau dirasa perlu. Kita pastikan dulu apa yang terjadi di dalam. Bagaimana kondisi Dagran selepas invasi Otherside beberapa hari yang lalu."
"Ingat pula, Recon R4 dan R5 sudah hancur. Tidak akan ada dukungan udara. Jadi." Mata Antara menyapu wajah kami satu-satu, behenti sekarang padaku. "Apapun yang terjadi, bila sesuatu mulai berubah haluan ke selatan, kita lari saja."
Yang lain mengangguk paham. Formasi sekarang sedikit berbeda. Ardhan, Salam, Mahendra, dan Zoya akan jadi lini depan. Sally, Antara, dan Anje akan jadi pendukung. Mira akan jadi pengawalku. Sementara aku akan jadi juru bicara.
"Baiklah Antara. Gua bakalan ikut rencana, tapi inget. Kali ini adalah kali terakhir gua bakalan ikut ekspedisi. Capek sumpah." Sally mengibas udara kosong, memberikan tatapan kesal pada kami semua. "Sapa yang mau masuk duluan?"
Zoya berdeham. "Watashi duluan. Lo Salam, jagain belakang watashi." Zoya melangkah maju, diikuti Salam dan kemudian Ardhan.
Angin berdesau lembut. Sosok mereka satu persatu hilang. Lenyap dihisap oleh portal. Berikutnya Mahendra dan Ardhan. Suara desir melenakkan itu mengiringi kepergian mereka. Sementara itu, terdengar derap langkah kaki menuju kemari. Dekat sekali rasanya. Banyak kali rupanya.
Aku menolah pada sumber suara.
"Jangan kaget gitu Ay, ini Kakak." Kak Qiar tersenyum simpul mendapati moncong glock sudah berada tepat di depan…
Temui Aku Di Sisi Lain
Chapter 41 - Tetap Dalam Jiwa (Bagian Dua)
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 69 Episodes
Comments
Ayanagi Souma
yg sudah selamanya hilang akan terlupakan
2024-08-06
0