Kereta Penghubung meluncur tajam. Langit kelam yang mulai memerah, berkelebat sebelah kiri kanan kereta. Tidak ada waktu untuk suasana berkabung. Pada gerbong kemudi, jerit dan pekik menyelimuti. Kekacauan makin menjadi-jadi. Namun, bagiku semua hanya denging tak jelas.
"....Pegangan temen-temen, Mira mau mendaratkan kereta."
".....Cari tumpuan. Apa aja....."
"Awas.... Di sana...Belok..."
"....Jir panas...."
"....."
"Sampai jumpa... Raya..."
Suara lembut itu membangunkanku. Aku mengerjap. Sinar ultraviolet mentari pagi menerobos masuk jendela, menciptakan kisi panjang yang menyerong membelah ruangan menjadi dua.
Aku berada di rumah sakit. Terbaring lemah memandangi pedang cahaya yang menerobos masuk. Rasanya tadi aku baru saja berada di Kereta Penghubung. Terpelanting ke sana kemari. Kami berusaha lolos, dan...dan... dan...Gadis Antagonis tersenyum tulus padaku. Kemudian hilang. Sekarang kembali pada realita.
Masih dalam pikiran kalut mengingat kejadiannya, kepala belakangku tiba-tiba terasa berdenyut-denyut. Dadaku terasa perih. Napasku agak sesak, namun tidak sesakit sebelumnya. Tangan kuli membelai bahuku.
"Berbaring dulu aja, Raya."
Aku menoleh ke sumber suara. "Yang lain bagaimana?" Aku menolak percaya.
Lelaki itu tersenyum. "Masih inget kan urang siapa?"
"Safitra Salam," ucapku tak acuh. "Bagaimana kondisi yang lain?" tanyaku kembali, menolak berbaring.
Dia mengangguk. Mengusap punggungku lembut. "Iya. Aku Salam. Dan gak usah cemas, yang lain baik-baik aja. Kondisimu yang paling parah. Tar lagi kok mereka ke sini," ucapnya ketika mendapati wajahku masam.
Dan terbukti benar perkataannya. Selang beberapa detik kemudian, terdengar derap langkah kaki yang ramai-ramai kemari. Pintu bergeser terbuka. Masuklah beramai-ramai murid paling nyentrik seantero Bandung Raya. Walau begitu, ada sedikit kejanggalan dalam aura mereka. Sesuatu yang hilang.
"Masa cih??? bo'ooooong bangettt. Mana ada Zoya dapet nilai di atas lima puluh." Sally yang diperban kepalanya itu melengga…
Temui Aku Di Sisi Lain
Chapter 41 - Tetap Dalam Jiwa (Bagian Satu)
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 69 Episodes
Comments
Ayanagi Souma
udh lupa aku wkwkwk, di chapter 20 ke bawah ya?
2024-08-06
0