Jantungku masih berayun-ayun seperti samsak tinju. Tubuhku gemetar hebat, mata kiriku semakin kabur sementara merah darah menghiasi mata kananku.
Kenapa jadi begini?
"Yah, gue kira jiwa watashi bakalan segera bertemu dengan yang maha kuasa."
"Keberuntungan masih berada di pihak kita. Lu brow, tepat waktu banget buka portalnya."
"Tidak, itu bukan karenaku. Probabilitas kembali selamat menjadi tinggi bila kita bertujuh bersama."
"Benar sekali," ucap Mahendra terengah. "Oke, waktunya absen."
"Antara hadir," ujar si Ilmuwan Gila.
"Sally masih idup."
"Ada."
"Nadla si Gadis Antagonis masih keluyuran bebas."
"Mahendra aman."
"Zoya di sini!"
Hening kemudian. Semua mata tertuju padaku. Tanganku masih gemetar dan pikiranku terlalu kalut tidak bisa memahami kata-kata dari Mahendra.
Sally mengguncang kedua bahuku.
"Ay, lo baik-baik aja?"
"Mukamu pucat banget Sekretaris." Mahendra menarik tanganku, aku dibantunya berdiri.
"Bener, kek orang mati gitu!"
PLAK!!!
"Zoya, mulutmu harus dijaga," ucap Anje.
Aku menghela napas dalam. Ya, aku tak boleh begini. Semua antensi ditujukan padaku.
Masih dalam rangkulan Sally, aku merapatkan kedua tanganku. "Tidak apa-apa, ini hanya karena pertempuran tadi."
Sally memelukku erat. "Kita sudah selamat kok," ucapnya lembut.
Lagi keheningan mengisi sejenak. Sesekali terdengar klakson mobil di atas kami. Aku menebak mobil itu meluncur dengan kecepatan jauh di atas kecepatan normal.
Antara menyalakan flare. Semburat bunga api menerangi lekukan langit. Kami akhirnya menyadari bahwa portal yang tadi kami gunakan membawa kami ke sebuah terowongan gelap gulita, aku lebih suka menyebutnya gorong-gorong karena lebih terlihat seperti saluran air yang besar.
Kami berjalan cukup lama sampai akhirnya bisa tiba di mulut terowongan. Sampah, air beracun, dan langit siang menyambut di luar. Di atas, sebuah kota berpendar indah. Semua bangunan hampir dipenuhi lampu yang menyeka indra penglihatan. Mirip distrik malam ketika mentari terbit bila aku bandingkan dengan y…
Temui Aku Di Sisi Lain
Chapter 14 - Hotel California (Bagian Dua)
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 69 Episodes
Comments
Mizuki
bukannya yang maha kuasa ditulis pakek huruf kapital, princess?
2024-08-05
0