Pandanganku silih berganti. Cepat, berubah dari kereta tanpa rel yang melayang di angkasa, larik-larik komet merah kuning dan hijau, rasi bintang cancer, kemudian sekarang adalah lautan bintang.
Indahnya, gumamku. Tubuhku terus turun dan turun, jatuh hingga kedalaman dunia tiada akhir. Tapi apakah aku bisa mencintainya. Ini lautan, sesuatu yang aku benci.
Aku benci lautan. Debur ombak yang melenakan telinga, aroma air dengan kadar garam tinggi, dan dunia kelam tanpa cahaya di kedalaman laut terdalam, semua mengingatkanku akan rasa sakit itu.
Kilas cahaya putih meledak di punggungku, pecahan kaca melayang di depan mataku. Kami jatuh bersama ke dalam kegelapan. Tubuhku seakan menghantam mozaik adegan yang berputar itu, dan sekarang aku berada di dalam salah satu adegannya.
Tubuhku mendarat pada tumpukan kapuk, tempat tidur murahan yang berlubang matrasnya. Kepalaku masih tak mampu memproses apa yang terjadi.
Petir menggelegar di luar sana. Aku menoleh, jendela kaca memperlihatkanku tiga anak kecil itu tengah asik bermain. Sendirian di hutan limba, pada malam penuh petir yang saling sahut menyahut. Mereka menatapku balik. Mata memelas dan marah.
"Hey, ade jangan ke sana, di sana curam!"
"Ayo-ayo!"
"Cepat, dia datang!"
Berderap langkah kaki itu kemari, tergesa dan cepat.
Segera aku bangkit, mengedarkan pandang ke sekeliling dan tak ada yang mampu aku gunakan untuk dijadikan senjata. Tempat ini hanya kamar bobrok rumah yang biasa kalian lihat di film horror tanah air.
Pandanganku silih berganti antara jendela dengan pintu yang bergedor-gedor.
"Kemana? Apa yang harus aku lakukan?"
"Kak, mana kuncinya?" suara gadis itu kian dekat.
"Ada di papa dek, ambil aja, papa sudah tiada kok."
Tidak ada waktu meragu, aku harus pergi dari sini. Dentam angin menampar pintu membuatku tersadar apa yang dapat aku lakukan. Jendela itu terkunci, sial. Aku harus menghancurkannya, dengan kursi atau tanganku sendiri.
Pintu menggebrak-gebrak heboh. Gagang pintu berputar laun. Daun pintu membukak…
Temui Aku Di Sisi Lain
Chapter 21 - Otherside
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 69 Episodes
Comments
Mizuki
typo, kah? (menelengkup)
2024-08-07
0
Ayanagi Souma
Ripley, ini aku baca satu episode ini agak kebingungan, ini tadi lagi adegan di tempat ini, mendadak pindah ke tempat ini, balik lagi ke tempat ini, terus tiba tiba di tempat ini, PR nih sebaiknya penjelasan latar tempatnya lebih di atur lagi biar pembaca gak kebingungan
2024-08-06
0
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Han Boshalvaya
Napas buatan 🤣🤣🤣
2024-02-25
1