"Dara, Dara, Dara… Kamu bikin aku gila!" Andra menggeram, suaranya lebih seperti erangan ketimbang kata-kata yang terucap. Ia mengusak rambutnya dengan frustasi, jari-jarinya mencengkeram rambutnya dengan keras. Kamarnya berantakan, mencerminkan kekacauan di dalam hatinya.
Kegelisahan menyerang Andra. Ia berguling-guling di atas kasurnya, tubuhnya tak tenang. Pikirannya penuh dengan Dara, dengan sikap Dara yang sulit dibaca, dengan hubungan Dara dan bersama pria tadi yang tampak sangat dekat. Ia merasakan sebuah kecemburuan yang menggila, sebuah rasa kehilangan yang tak bisa ia jelaskan. Semua itu membuatnya frustasi.
Ketukan pintu membuyarkan lamunannya. Ia berhenti berguling, napasnya terengah-engah. "Andra, bangun! Makan malam!" suara ibu Andra terdengar dari luar kamar. Suaranya lembut, namun tegas.
Andra bangun dari tempat tidurnya, memperbaiki sedikit penampilannya sebelum membuka pintu. "Andra lagi males makan, Mom," ujarnya, suaranya lemah, menunjukkan keengganannya untuk makan.
Ibunya tersenyum, "Mommy udah masak makanan kesukaan kamu, loh, Ndra. Masa nggak mau makan?" Ibunya mencoba untuk membujuknya, namun Andra masih tampak lesu.
"Andra lagi galau, Mom. Jadi lagi nggak nafsu makan," jawab Andra, jujur mengenai perasaannya. Ia tak bisa menutupi rasa kecewanya dan perasaan yang kompleks yang ia rasakan.
Ibunya mengusap rambut Andra dengan lembut, "Alah, anak bujang Mommy bisa-bisanya galau. Cepet turun makan. Papah udah nunggu di bawah. Jangan galau mulu," ujarnya, nada suaranya menunjukkan kehangatan dan kesabaran. Ia memahami perasaan putranya, namun ia juga ingin Andra untuk tetap kuat dan tidak terlalu larut dalam kesedihan. Kemudian, ia berlalu meninggalkan Andra yang masih tersisa dalam lamunan dan kecemasan akan Dara.
Setelah kepergian ibunya, keheningan menyelimuti kamar Andra. Ia memandangi bayangannya di cermin, melihat rambutnya yang berantakan dan pakaiannya yang kusut. Bayangan itu seakan mencerminkan keadaan…
Cerita Kita
Galau
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 60 Episodes
Comments