Ira memeluk tubuh Andra dengan erat, mencoba memberikan ketenangan di tengah kekalutan yang melanda anaknya. "Kenapa kamu nggak kasih tahu Mommy kalau itu Dara, tetangga kita dulu?" ucap Ira dengan nada lembut dan penuh perhatian.
Andra menunduk, suaranya bergetar saat menjawab, "Aku takut, Mom. Takut Dara benci sama aku."
Ira melepaskan pelukannya perlahan, matanya menatap Andra dengan rasa sayang dan kesedihan yang mendalam. "Secepatnya kamu jelaskan ke Dara, ya. Ajak Dara ke sini kalau suasana hatinya sudah membaik," katanya sambil menggenggam tangan Andra, memberi semangat dan harapan.
Mata Andra berkaca-kaca, merasa terhibur oleh dukungan ibunya. Meskipun masih ada rasa takut dan ragu, tekad perlahan tumbuh dalam hatinya untuk memperbaiki semuanya. Ira yakin, dengan cinta dan kesabaran, luka lama itu bisa disembuhkan.
Sementara itu, Dara yang tengah duduk di dalam taksi, bergumul dengan pikirannya dan isak tangis yang tak kunjung reda. "Gue kangen banget sama lo, Ndut. Tapi kenapa selama ini lo nggak jujur?" gumamnya pelan, suara terputus oleh tangisan yang tercekat.
Sesampainya di rumah, Dara melangkah masuk dengan wajah yang sembab dan mata merah karena menangis. Kedua orang tuanya yang melihat kedatangan anak tunggal mereka langsung panik dan segera menghampiri Dara.
"Hey, sayang, kamu kenapa?" tanya Anita sambil menangkup lembut wajah Dara, penuh kekhawatiran.
Dalam sekejap, tangis Dara pecah kembali, membanjiri ruangan dengan kesedihan yang mendalam. Anita segera memeluk Dara dengan hangat, mencoba menenangkan hati anaknya yang terluka. "Sayang, tenang ya, kita duduk dulu," ucap ibunya lembut, suaranya penuh cinta dan kasih sayang.
Anita menuntun Dara untuk duduk di sofa ruang keluarga. Ayahnya pun ikut duduk di samping Dara dengan penuh perhatian. "Papah ambilin kamu minum ya, supaya kamu tenang," ujar Abimana sambil bangkit menuju dapur.
Sementara itu, Anita terus menenangkan Dara dengan lembut, mengusap punggung anaknya dan memeluknya erat. "Sayang, sud…
Cerita Kita
Alasan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 60 Episodes
Comments