Setelah perdebatan antara Dara dan Andra, keduanya terdiam membisu di dalam kelas.
Suasana di dalam ruangan itu terasa sangat suram dan penuh ketegangan. Sella dan Dela pun merasakan perubahan pada Dara; sejak tadi mereka melihat Dara terdiam tanpa sepatah kata pun keluar dari mulutnya.
Sella menoleh ke belakang, menatap Dara dengan penuh perhatian. "Bang Nino nggak ganggu lo lagi, kan Ra?" tanyanya dengan suara pelan, mencoba mengobati keheningan yang membekap.
Dara hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban, matanya tetap menerawang jauh. Wajahnya yang biasanya cerah kini tampak lesu, seolah dihantui oleh sesuatu yang tak bisa ia ungkapkan.
Dela yang melihat itu pun dipenuhi oleh rasa penasaran. Kenapa Dara bersikap seperti itu? Biasanya dia banyak bicara dan tak pernah terlihat sebegitu murung seperti sekarang.
"Kalau abang gue maksa lo buat balas pesannya atau apapun yang membuat lo nggak nyaman, bilang aja sama gue, Ra. Jangan dipendam sendiri," ucap Dela dengan suara lembut, penuh kekhawatiran.
Sella mengangguk setuju. "Iya, Ra, kalau emang lo sedang nggak nyaman sama perlakuan Bang Nino, lo bilang ya," katanya sambil menatap Dara penuh harap.
Dara masih terdiam, kemudian perlahan bangkit dari duduknya. "Nanti kalau guru datang, bilang aja gue izin mau ke UKS," ucap Dara singkat pada kedua temannya.
Dela terkejut, menatap Dara dengan mata membulat. "Lo sakit? Mau kita temenin ke UKS?"
Dara menggeleng pelan. "Nggak usah, izinin gue aja," jawabnya, kemudian bergegas keluar dari kelas.
Andra yang menatap kepergian Dara hanya terdiam dengan tatapan sendu. Raut wajahnya tampak penuh penyesalan dan kerisauan. Ia bukan tak ingin berbicara dengan Dara, tapi sedang menunggu waktu yang tepat untuk menjelaskan semuanya. Suasana di kelas itu seketika menjadi hening.
Dara berjalan sendirian menyusuri koridor sekolah, dengan langkah kaki yang lesu dan wajahnya tampak sangat datar. Tatapan matanya kosong, seolah pikirannya melayang jauh dari keadaan di sekitarnya.
Tiba-ti…
Cerita Kita
Darah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 60 Episodes
Comments