Dara sedang berada di kantin sekolah yang ramai, bersama kedua sahabatnya, Dela dan Sella, serta Andra. Ia sedang mengantre untuk memesan makanan, sementara Andra dan kedua temannya menunggu di meja.
Tiba-tiba, tangan Dara ditarik oleh seseorang. Ia menoleh dan mendapati Zian, yang selama ini selalu mengganggunya. "Ra, aku mau bicara sama kamu," ujar Zian, suaranya terdengar memaksa.
Dara menatap Zian dengan tajam, kemudian menepis tangan Zian dengan kasar. "Nggak ada yang perlu diomongin lagi! Gue udah muak sama lo!" suaranya lantang, menunjukkan kekesalannya yang telah mencapai puncaknya. Ia tidak ingin lagi berurusan dengan Zian.
Di kejauhan, Andra melihat kejadian itu. Tatapannya langsung tertuju pada Zian, kemarahan membuncah dalam dirinya melihat Zian yang masih saja berani mendekati Dara. Tanpa ragu, ia segera menghampiri mereka berdua.
Andra tiba di hadapan Zian dan Dara dengan langkah cepat, tatapannya tajam menusuk Zian. "Lo emang nggak ada kapoknya!" suaranya tegas, menunjukkan kemarahannya. Ia tak akan membiarkan Zian menyakiti Dara lagi.
Zian membalas tatapan Andra dengan tatapan yang sama tajamnya. Ia sama sekali tidak gentar. "Lo jangan ikut campur!" tangannya menunjuk tepat ke arah wajah Andra, menunjukkan sikap arogan dan menantang. Konflik antara Andra dan Zian pun tak terhindarkan.
"Lo itu orang baru yang buat hubungan gue sama Dara jadi kayak gini!" Zian berteriak, marah besar. Ia menyalahkan Andra atas masalahnya dengan Dara, mencoba untuk mengalihkan kesalahan.
Dara dan Andra berdecih mendengar ucapan Zian yang tidak masuk akal. "Lo nggak usah ngada-ngada! Gue sama lo nggak ada hubungan apapun! Jadi jangan libatkan gue karena sikap buruk lo itu!" Dara membentak, suaranya tegas dan penuh amarah. Ia menolak untuk disalahkan atas perilaku Zian yang tidak terpuji.
Ketegangan di antara mereka bertiga semakin meningkat. Banyak murid yang berhenti dan memperhatikan pertengkaran itu. Dela dan Sella, kedua sahabat Dara, ikut berdiri di samping Da…
Cerita Kita
Beradu mulut
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 60 Episodes
Comments