Mentari pagi menerobos celah tirai, menyinari Wajah Dara yang masih terbenam dalam tidurnya. Selimut tebal menyelimuti tubuhnya, memberikan kehangatan yang enggan ia lepaskan. Mimpi-mimpi samar masih menari di balik kelopak matanya.
Sebuah ketukan, bukan sekadar ketukan, lebih tepatnya gedoran keras di pintu kamarnya, membuat Dara tersentak. Selimut tebal itu terlepas dari tubuhnya, ia mengerjapkan mata masih setengah mengantuk, mencoba menyesuaikan diri dengan cahaya pagi.
"Non, bangun Non sudah siang," suara Bi Rahmi terdengar sedikit cemas dari balik pintu,
Dara menggeliat, menguap lebar, menggosok matanya dengan punggung tangan. Bangun dengan langkah gontai. Tubuhnya masih terasa berat. Ia berjalan menuju pintu, meraih gagang pintu dan membukanya. Rambutnya masih acak-acakan.
"Iya Bi, aku udah bangun," sahut Dara, suaranya masih serak karena baru bangun tidur.
"Nyonya sama Tuan sudah ada di bawah," Bi Rahmi memberI tahu dengan senyum ramah terukir di wajahnya.
Dara menguap lagi, kali ini menutup mulutnya dengan telapak tangan. "Bilang ke Mamah sama Papah aku lagi mandi nanti nyusul," ucapnya, lalu kembali masuk ke kamar. Bi Rahmi mengangguk patuh, pergi dari kamar Dara.
Dara menutup pintu kamarnya, lalu berjalan lesu menuju kamar mandi. Air dingin dari shower langsung menyergap tubuhnya, membuatnya menggigil seketika. Ia menggosok tubuhnya dengan sabun beraroma lavender, mencoba mengusir sisa-sisa kantuk yang masih melekat.
Setelah selesai mandi dan mengenakan seragam sekolahnya. Dara menatap dirinya di cermin. Penampilannya jauh dari kata segar, matanya masih terlihat sayu.
Dara menghela napas panjang, berusaha menyemangati dirinya sendiri. Hari ini adalah hari Kamis, yang akan mengahadapi pelajaran yang paling menyebalkan, yaitu matematika.
Dengan langkah ringan dan semangat, Dara menuruni tangga menuju ruang makan. Aroma kopi yang baru diseduh dan roti bakar yang masih hangat menyambutnya, membuat perutnya berkeroncong. Kedua orang tuanya sudah duduk di meja…
Cerita Kita
Kenapa?
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 60 Episodes
Comments