"Del, lo jangan marah ya sama gue," kata Dara, suaranya sedikit gemetar. Ia menatap Dela, matanya berkaca-kaca. "Gue pastikan gue bakal hilangin rasa suka gue ke Bang Nino."
Ketiga sahabat itu duduk di bangku taman, dikelilingi oleh hiruk-pikuk sore hari yang ramai. Aroma makanan yang berasal dari para pedagang kaki lima yang tak jauh dari mereka. Tadinya mereka berencana makan malam di restoran milik Nino, tapi penjelasan Dara tentang perasaan yang selama ini ia sembunyikan pada Nino membuat Dela dan Sella urung pergi.
Keduanya kini memahami apa yang Dara alami, perasaan yang bertepuk sebelah tangan membuat hatinya hancur dan mungkin Dara membatasi kedekatannya dengan Nino.
Dela menggenggam tangan Dara erat, jempolnya mengusap punggung tangan sahabatnya itu. Senyum Dela lembut, tapi matanya menyimpan kesedihan yang tak terbantahkan. "Gue nggak marah, Ra. Perasaan itu rumit. Nggak ada yang salah sama lo. Gue cuma sedih aja, lo harus suka sama Abang gue Yang… yah, gimana ya ngomongnya…" Dela menggigit bibir bawahnya, mencari kata yang tepat. "Yang nggak seberapa itu," akhirnya ia menambahkan, sedikit tersipu.
Dara memanyunkan bibir, berusaha menyembunyikan kesedihan yang terpancar dari matanya. "Bang Nino itu bukannya ‘nggak seberapa’, Del. Dia… luar biasa," luar biasa," bisiknya, suaranya sedikit serak karena menahan tangis. Pipinya merona merah. Ada kerinduan yang mendalam tersirat dalam suaranya.
Dela tertawa kecil, berusaha meringankan suasana. "Itu menurut lo yang lagi suka sama Bang Nino. Menurut gue? Dia biasa aja kok, Ra. Jadi, lo pasti bisa cepet move on dari Abang gue. Nggak perlu susah-susah," Dela mencubit pelan pipi Dara. "Lagian, banyak kok cowok keren di luar sana dibandingkan Abang gue itu." Dela menambahkan kalimat terakhir dengan sedikit bercanda, berusaha membuat Dara tertawa.
Dara tersenyum kecut, sisa air mata masih membasahi pipinya. "Namanya juga cinta Del, mau dia kaya opet ataupun kaya pulu-pulu, suka ya tetap suka Del." balas Dara, sedik…
Cerita Kita
Dukungan untuk Dara
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 60 Episodes
Comments