Langkah Dara tertatih-tatih, tidak tentu arah. Air mata masih membasahi wajahnya, menunjukkan kesedihan yang mendalam. Ia putuskan untuk tidak berangkat ke sekolah. Perasaannya kacau balau, pikirannya penuh dengan rasa sakit hati dan kekecewa. Ia tahu bahwa ia tidak akan bisa fokus menerima pelajaran dalam keadaan seperti ini. Lebih baik ia mencari tempat yang tenang untuk menenangkan dirinya.
Dara berjalan sambil menangis sesenggukan, langkah kakinya tanpa tujuan. Ia hanya ingin melepaskan semua perasaan sakit hatinya. "Kenapa, sih, mereka baru sadar di saat gue disakitin? Kenapa mereka baru sadar di saat gue lagi nggak mau lihat mereka?" gumamnya, suaranya penuh dengan rasa kecewa dan sedikit marah.
Dara merasa bahwa perhatian orang tuanya terlalu lambat datang. Dara merasa bahwa orang tuanya baru menyadari kesalahannya setelah ia menunjukkan rasa sakit hatinya.
Dara terus berjalan, menangis sesenggukan. Perasaan sakit hati dan kecewa menyerang hatinya dengan deras. "Mereka bersikap biasa saja, seolah-olah gue nggak punya hati… terutama Mamah," ujarnya, suaranya penuh dengan rasa kecewa yang mendalam. Dara merasakan bahwa ibunya tidak pernah memperhatikan perasaannya.
"Mamah bahkan nggak merasa sedikitpun rasa bersalah setelah menampar gue tadi malam," lanjutnya, suaranya penuh dengan rasa sakit hati yang mendalam. Ia masih merasakan tamparan ibunya di pipinya. Rasa sakit fisik dan psikis masih Dara rasakan. Ia merasa bahwa ibunya tidak menghargai perasaannya. Ia merasa bahwa ibunya tidak mencintainya.
Dara terus berjalan, tanpa tujuan, hanya mengikuti aliran air matanya yang tak henti-hentinya. Matanya tidak memperhatikan jalan sehingga ia tersandung batu kecil yang membuatnya terduduk di pinggir jalan.
Dara memeluk lututnya erat-erat, tangisnya pecah lagi, sesenggukan. Rasa sakit hati dan kekecewaan yang begitu dalam menyerangnya bagai gelombang besar yang tak henti-hentinya menerjang.
"Sakit banget, tapi lebih sakit waktu Mamah nampar gue," keluhnya, dengan tan…
Cerita Kita
Nyaman?
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 60 Episodes
Comments