Dara menggelengkan kepala, menyangkal tuduhan Sella. "Enggak, malah gue yang udah ditolong sama Andra." Kata-kata itu keluar dengan nada datar, namun sorot matanya menyimpan luka yang tak terungkap.
Dela dan Sella saling pandang, keterkejutan masih terpancar dari wajah mereka. "Maksud lo?" tanya Dela, penasaran dengan penjelasan Dara.
Kenangan pahit kemarin kembali menghantui Dara. Ia menceritakan kejadiannya dengan singkat, suaranya tak menunjukkan emosi berlebihan, hanya sebuah pernyataan fakta. Namun raut wajahnya menunjukkan sedikit sisa trauma.
Dara menghela napas panjang, suara helaan napas itu seakan membawa beban berat yang masih membebani hatinya. "Zian… kemarin dia nyakitin gue," ujarnya, suara datar namun matanya menunjukkan kesedihan yang masih membekas.
Sella, seolah tersambar petir, langsung mengingat sepenggal informasi yang didengarnya kemarin. "Ah iya, gue baru inget! Kemarin gue dengar Zian nyakitin lo ya, Ra? Mana yang sakit? Ada yang luka? Ada yang lecet?" Wajahnya dipenuhi dengan kekhawatiran, mengecek tubuh Dara.
Dara menggelengkan kepalanya. "Cuma tangan gue yang sakit, Sell. Sama mental gue juga. Intinya, gue nggak mau lihat muka dia lagi." ujarnya menunjukan pergelangan tangan yang masih memerah akibat perlakuan Zian. Kata-kata itu diiringi oleh tatapan kosong, menunjukkan betapa dalamnya rasa kesal dan marah pada Zian.
Dela dan Sella tangannya reflek memeriksa pergelangan tangan Dara dan memeluk Dara erat-erat. "Maafin kita yang waktu itu nggak ada sama lo," ucap Dela, suaranya tertahan haru, mengungkapkan penyesalan karena ketidakhadiran mereka saat Dara membutuhkan bantuan. Mereka mengakui kesibukan mereka dalam acara pelepasan jabatan OSIS yang membuat mereka tidak menyadari kejadian yang menimpa Dara.
Dara mengusap lengan kedua temannya, mencoba untuk meredakan kesedihan mereka. "Iya, lagian juga ada Andra yang udah bantuin gue kok, jadi kalian tenang aja." ucapnya berusaha untuk tetap tegar.
Sella, dengan gayanya yang selalu blak-bla…
Cerita Kita
Kunti bogel
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 60 Episodes
Comments