Butuh waktu hampir dua jam bagi Olivia untuk bisa bangkit dari tempat tidur. Tubuhnya terasa seberat timah, dan setiap langkah menuju kamar mandi terasa seperti perjuangan melawan gravitasi. Leonardo, dengan energi yang seolah tidak habis setelah malam yang panjang, membantunya mandi dengan ketelitian yang posesif—memastikan airnya tidak terlalu panas dan handuknya membungkus tubuh istrinya dengan rapat.
Saat Olivia akhirnya turun ke ruang makan utama, ia mengenakan gaun kasmir panjang berkerah tinggi. Ia harus menutupi jejak-jejak kemerahan yang ditinggalkan Leonardo di leher dan bahunya. Begitu ia melangkah masuk, Donna Isabella, Margaret, dan Arthur sudah duduk mengelilingi meja besar yang dipenuhi hidangan sarapan mewah.
"Olivia! Akhirnya kau turun, Nak," seru Margaret, bangkit untuk memeluk putrinya. Namun, langkah Margaret terhenti sejenak saat melihat cara Olivia berjalan yang sedikit kaku dan wajahnya yang pucat namun merona.
Sebagai seorang ibu, Margaret segera menangkap sinyal itu. Ia melirik Leonardo yang berjalan tepat di belakang Olivia, tangannya tidak pernah lepas dari pinggang istrinya, seolah-olah Olivia akan jatuh jika tidak ia pegang. Aura Leonardo pagi itu sangat berbeda; ia tampak seperti singa yang baru saja mengenyangkan perutnya—tenang, namun jauh lebih berbahaya.
"Duduklah, Olivia. Kau tampak sangat lelah," ucap Isabella dengan senyum penuh arti yang membuat Olivia ingin menenggelamkan wajahnya ke dalam sup.
Arthur berdehem, menatap menantunya. "Kami datang untuk berpamitan, Leonardo. Pesawat ke London berangkat tiga jam lagi. Dokter bilang aku sudah cukup kuat untuk pemulihan di rumah, dan kau sudah menyediakan perawat pribadi untuk kami di sana."
"Semua sudah diatur, Sir," jawab Leonardo lugas. Ia menarik kursi untuk Olivia, lalu duduk tepat di sampingnya, sangat dekat hingga bahu mereka bersentuhan. "Mobil baja dan pengawalan akan mengantar kalian sampai ke pintu pesawat. Tim keamananku di London sudah siaga di rumah kalian."
Olivia menat…
Impoten Sang Singa Madrid
Perpisahan di ambang gerbang
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 42 Episodes
Comments