Bagi Leonardo De Luca, memasuki usia hampir empat puluh tahun dengan istri secantik dan semuda Olivia adalah anugerah yang tak pernah ia bayangkan di masa mudanya yang kelam. Namun, kehamilan kedua ini membuktikan bahwa anugerah besar datang dengan "ujian" yang jauh lebih besar pula.
Jika saat mengandung Luciano dulu Olivia hanya meminta Apple Crumble dari Inggris, kali ini bayi di rahimnya seolah ingin menguji seluruh jaringan logistik global milik De Luca.
"Leo... aku tidak bisa mencium bau rumah ini. Baunya seperti... besi dan kekuasaan," gumam Olivia sambil menutupi hidungnya dengan syal sutra. Ia tampak lebih pucat dan lemas dibandingkan kehamilan pertamanya.
Leonardo, yang kini memiliki beberapa helai rambut perak di pelipisnya yang justru membuatnya tampak lebih berwibawa, berjongkok di samping tempat tidur. "Aku sudah menyuruh tim pembersih menggunakan aromaterapi lavender dari Provence, sayang. Apa masih kurang?"
"Aku ingin bau hujan di pegunungan Alpen. Bukan parfum, tapi bau tanah basah yang asli," jawab Olivia dengan tatapan sayu.
Leonardo menatap Marco yang berdiri di depan pintu. Marco segera mencatat: “Misi: Ekstraksi Tanah Basah Pegunungan Alpen. Waktu: Segera.”
Siksaan di Tengah Rapat
Siksaan itu tidak berhenti di sana. Saat Leonardo sedang memimpin rapat penting dengan dewan petinggi klan—sebuah pertemuan yang menentukan stabilitas wilayah Mediterania—ponsel khususnya bergetar.
"Ayah, Bunda ingin makan manggis. Tapi dia ingin manggis yang dipetik langsung dari pohonnya di Indonesia, dan dia ingin Ayah sendiri yang mengupasnya tanpa menggunakan pisau," lapor Luciano melalui sambungan telepon satelit dengan nada suara yang sangat profesional, seolah sedang melaporkan pergerakan musuh.
Leonardo memijat pelipisnya. Ia menatap para bos mafia yang sedang menunggu keputusannya tentang jalur distribusi.
"Rapat ditunda," ucap Leonardo pendek.
"Tapi Tuan De Luca, kita sedang membahas kontrak jutaan Euro!" protes salah satu bos.
Leonardo berdiri, memberikan t…
Impoten Sang Singa Madrid
Singa yang tunduk pada ngidam
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 42 Episodes
Comments