Kehidupan di mansion De Luca yang dulunya kaku dan mencekam kini berubah menjadi panggung komedi tragis bagi penghuninya. Leonardo De Luca, pria yang sanggup menginterogasi pengkhianat tanpa berkedip, kini tampak seperti pelayan yang kelelahan. Benih di rahim Olivia benar-benar seolah memiliki kesadaran sendiri untuk membalas setiap kekerasan dan keangkuhan ayahnya di masa lalu.
Siksaan itu tidak pernah selesai. Jika pagi hari Leonardo dipaksa mandi lima kali karena baunya dianggap "seperti besi tua" oleh hidung sensitif Olivia, malam harinya ia harus rela tidur di sofa kulit yang sempit karena janin itu tampaknya "menolak" kehadiran Leonardo di ranjang yang sama.
"Keluar, Leonardo. Kau bernapas terlalu keras, aku tidak bisa tidur," usir Olivia dengan wajah datar, sambil memeluk bantal guling erat-erat.
"Aku hanya bernapas, Olivia! Aku tidak bisa berhenti bernapas!" protes Leonardo, berdiri di samping ranjang dengan rambut berantakan.
"Bayinya bilang kau berisik. Pergi ke ruang kerja atau ke mana saja," balas Olivia tanpa dosa.
Leonardo hanya bisa menggeram frustrasi. Ia menyambar bantalnya dan melangkah keluar kamar dengan kaki telanjang. Di lorong, ia berpapasan dengan Marco yang sedang melakukan patroli malam.
Marco segera berdiri tegak, mencoba mempertahankan wajah profesionalnya. Namun, melihat tuannya yang perkasa hanya membawa bantal dengan wajah kuyu, sudut bibir Marco berkedut hebat. Ia berdehem keras, mencoba menelan tawa yang hampir meledak.
"Laporan keamanan, Tuan?" tanya Marco dengan suara yang sedikit bergetar.
"Diam kau, Marco. Jangan katakan sepatah kata pun atau aku akan memindahkanmu ke unit penjagaan di Antartika," ancam Leonardo lugas, lalu melangkah cepat menuju ruang kerjanya.
Sarapan yang Menghina
Pagi harinya, suasana di meja makan tidak jauh berbeda. Donna Isabella duduk dengan anggun, menyesap tehnya sambil memperhatikan putra tunggalnya yang sedang berdebat dengan sepiring telur orak-arik.
"Kenapa kau tidak makan, Leo? Kau tampak seperti o…
Impoten Sang Singa Madrid
Karma sang penakluk
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 42 Episodes
Comments