Mansion De Luca yang biasanya kaku dengan disiplin militer mendadak berubah menjadi kekacauan yang mencekam. Leonardo berlari melewati koridor utama dengan Olivia yang tak sadarkan diri di dekapannya. Napasnya memburu, matanya memancarkan kegelapan yang sanggup menciutkan nyali siapa pun yang menghalangi jalannya.
Donna Isabella, yang sedang menunggu di aula dengan kecemasan yang memuncak, tersentak saat melihat putranya datang dengan pakaian taktis yang masih berbau mesiu dan menggendong Olivia yang terkulai lemas.
"Leonardo! Apa yang terjadi? Kenapa dia seperti ini?" Isabella berteriak, wajahnya pucat pasi melihat menantunya yang tampak seperti mayat.
"Panggil dokter! Sekarang!" raung Leonardo tanpa menoleh, terus memacu langkahnya menuju kamar utama di lantai atas.
Isabella segera meraih telepon internal, suaranya bergetar memerintahkan tim medis pribadi keluarga untuk segera naik. Ia menyusul putranya dengan langkah cepat, jantungnya berdegup kencang. Ia sudah memperingatkan Leonardo bahwa membawa Olivia ke medan perang adalah kegilaan, dan sekarang ketakutannya menjadi nyata.
Di dalam kamar, Leonardo meletakkan Olivia di atas ranjang king size mereka dengan kehati-hatian yang luar biasa, seolah-olah istrinya terbuat dari kaca yang bisa pecah kapan saja. Ia menepis tangan pelayan yang mencoba mendekat.
"Keluar! Semua keluar kecuali dokter!" perintahnya lugas.
Dokter Sanchez, pria paruh baya yang telah mengabdi pada keluarga De Luca selama puluhan tahun, masuk dengan tas medisnya. Ia segera memeriksa denyut nadi, pupil mata, dan tekanan darah Olivia. Leonardo berdiri tepat di samping ranjang, tangannya terkepal kuat hingga buku jarinya memutih, matanya tidak lepas dari wajah pucat Olivia.
Isabella berdiri di ambang pintu, menutup mulutnya dengan tangan, air mata mulai mengalir di pipinya. "Leo... kau membawanya ke neraka itu. Dia tidak kuat melihat darah seperti kita."
Leonardo tidak menjawab. Ia merasa dadanya sesak oleh penyesalan yang membakar. Sepuluh tahun i…
Impoten Sang Singa Madrid
Benih di tengah badai
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 42 Episodes
Comments
cowettttttt
gila d kurung d kamar sampai 9 bulan dan tanpa berkomunikasi sama orang2 ...wah makin stresss
2026-07-23
0