Malam itu, "Taman Hujan" buatan Leonardo sedang berada dalam mode gerimis yang paling romantis. Cahaya lampu kuning temaram memantul di dedaunan tropis yang basah. Leonardo, yang kini tampil lebih santai tanpa dasi, baru saja menyuapkan sepotong buah mangga manis ke mulut Olivia ketika istrinya mendadak mencengkeram lengannya dengan tenaga yang luar biasa.
"Leo... ini dia," bisik Olivia, napasnya memburu.
Leonardo membeku. "Buahnya tidak enak? Terlalu asam?"
"Bukan buahnya, bodoh! Air ketubanku pecah!" seru Olivia antara ringisan sakit dan tawa kecil melihat wajah suaminya yang mendadak pucat pasi.
Seketika, "Singa Madrid" itu berubah menjadi "Singa yang Kebingungan". Ia berteriak memanggil Marco melalui interkom taman dengan suara yang tiga oktav lebih tinggi dari biasanya. "MARCO! PROTOKOL MAWAR MERAH! SEKARANG!"
Persaingan Sang Pelindung
Di lorong rumah sakit pribadi mansion, suasana menjadi sangat tegang. Namun, ketegangan itu bukan karena ancaman musuh, melainkan karena persaingan antara dua pria De Luca yang memperebutkan posisi "Penjaga Utama".
Luciano berdiri di depan pintu ruang persalinan dengan tangan bersedekap, mengenakan jas kecil yang rapi dan membawa jam sukat (stopwatch) di tangannya.
"Ayah, menurut protokol yang diajarkan Paman Marco, orang pertama yang menyambut anggota baru harus memiliki tangan yang paling bersih dan detak jantung yang stabil," ucap Luciano dengan nada sangat profesional. "Detak jantung Ayah saat ini 120 bpm. Ayah terlalu gugup. Aku hanya 80 bpm. Jadi, aku yang akan menggendongnya duluan."
Leonardo menatap putranya dengan mata melotot. "Luciano, aku ayahnya! Aku yang membayar semua dokter ini, aku yang membangun bunker ini, dan aku yang mengupas manggis itu dengan tanganku sendiri selama sembilan bulan!"
"Itu adalah kewajiban logistik, Ayah. Tapi aku adalah Kakak. Aku yang akan melatihnya taktik gerilya di taman nanti," balas Luciano tak mau kalah.
Marco yang berdiri di sudut hanya bisa membuang muka ke arah dinding marmer. Ia t…
Impoten Sang Singa Madrid
Perang dingin di depan ruang bersalin
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 42 Episodes
Comments