Asap mesiu di koridor luar mulai menipis, digantikan oleh aroma disinfektan dan bedak bayi yang menenangkan di dalam kamar bunker. Leonardo duduk di tepi ranjang, memandangi makhluk kecil yang kini terbungkus kain biru muda. Wajah bayi itu adalah cetakan sempurna dari ayahnya—rahang yang tegas meski masih mungil dan guratan alis yang menunjukkan watak keras.
"Dia butuh nama, Leo," bisik Olivia, suaranya masih lemah namun penuh kebanggaan.
Leonardo mengusap pipi bayi itu dengan jarinya yang kasar. Pria yang biasanya hanya memberikan kode angka untuk target operasinya itu kini tampak menimbang setiap suku kata dengan khidmat.
"Luciano," ucap Leonardo lugas. "Luciano De Luca. Cahaya di tengah kegelapan keluarga kita. Dia akan memiliki kekuatan nama De Luca, tapi dia akan membawa terang yang tidak pernah kumiliki."
Olivia tersenyum, menyandarkan kepalanya di bahu Leonardo. "Luciano. Nama yang indah. Semoga dia tidak mewarisi sifat pemarahmu."
Leonardo mendengus pelan, hampir sebuah tawa. "Dia sudah mewarisinya, Olivia. Lihat cara dia mencengkeram jariku. Dia tidak mau melepasnya, seolah dia sudah memilikiku sepenuhnya."
Hukuman Tanpa Akhir
Namun, Leonardo segera menyadari bahwa kelahiran Luciano bukanlah akhir dari "hukumannya". Justru, sang pewaris tampaknya telah meningkatkan level siksaannya dari dalam rahim ke dunia nyata.
Baru saja Leonardo mencoba memejamkan mata setelah malam yang berdarah, suara tangisan yang melengking—frekuensi yang hanya bisa dihasilkan oleh seorang De Luca—memecah keheningan kamar.
Oeeee! Oeeee!
Leonardo tersentak bangun, tangannya secara insting mencari senjata sebelum menyadari bahwa "musuhnya" ada di dalam boks bayi kristal di samping tempat tidur.
"Dia lapar, Leo. Tolong ambilkan dia dan berikan padaku," gumam Olivia yang masih terlalu lemas untuk banyak bergerak.
Leonardo bangkit, mencoba menggendong Luciano. Namun, begitu tangan Leonardo menyentuh tubuh mungil itu, tangisan Luciano justru semakin keras, seolah-olah bayi itu tahu bahwa…
Impoten Sang Singa Madrid
Luciano dan hukuman yang berlanjut
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 42 Episodes
Comments