Kehidupan di Surrey terasa sangat damai, terlalu damai bagi seseorang seperti Leonardo De Luca. Sudah tiga hari mereka berada di pondok kakek-nenek Olivia. Leonardo terpaksa mengenakan kemeja rajut yang gatal—pemberian ibu mertuanya—dan belajar minum teh dengan jari kelingking terangkat, sebuah siksaan mental yang jauh lebih berat daripada menghadapi interogasi polisi.
Namun, di balik fasad menantu yang patuh, Leonardo tidak pernah lengah. Marco dan timnya berpatroli dalam radius lima kilometer, menyamar sebagai tukang kebun, pengantar surat, atau bahkan pemancing di sungai dekat properti.
Pada malam keempat, saat Olivia sedang menidurkan Luciano dan mertuanya sedang menonton televisi di ruang tamu, ponsel satelit Leonardo bergetar. Sebuah pesan dari Marco masuk: "Tamu tak diundang terdeteksi. Perimeter Selatan. Dua orang. Profesional. Bukan klan Volkov. Sepertinya bayaran dari Marseille."
Leonardo mematikan layar ponselnya. Wajahnya datar, tidak menunjukkan emosi sedikit pun. Ia menenggak sisa tehnya yang sudah dingin.
"Ibu, Ayah, aku permisi sebentar ke teras. Sepertinya aku mencium bau mawar yang aneh di luar," ucap Leonardo lugas, suaranya tenang dan sopan.
"Oh, tentu saja, Leo. Bunga-bunga itu memang butuh perhatian di malam hari," jawab ibu Olivia tanpa curiga.
Perburuan di Malam yang Sunyi
Leonardo melangkah keluar ke teras yang gelap. Begitu pintu tertutup, ia melepaskan kemeja rajut gatalnya, menyisakan kaos hitam ketat yang memperlihatkan otot-ototnya. Ia meraih pisau taktis karbon hitam dari sarung tersembunyi di pergelangan kakinya. Ia tidak membawa pistol; suara tembakan akan membangunkan Olivia dan mertuanya.
Ia bergerak tanpa suara di antara semak-semak mawar, menyatu dengan kegelapan malam. Insting predatornya yang selama ini tumpul karena diplomasi popok kini bangkit kembali dengan tajam.
Di perimeter selatan, dekat pagar tanaman yang tinggi, Marco sudah menunggu di balik pohon ek tua. Dua pria berpakaian hitam sedang mencoba memotong kabel sensor k…
Impoten Sang Singa Madrid
Bayang-bayang di surrey
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 42 Episodes
Comments