Kamar utama mansion De Luca kini benar-benar berubah menjadi bangsal medis yang sangat mewah. Gorden beludru hanya dibuka sedikit, membiarkan cahaya matahari Madrid masuk secukupnya agar tidak menyilaukan mata Olivia. Di sudut ruangan, mesin pemantau janin dan tabung oksigen sudah bersiap, meskipun Dokter Sanchez mengatakan itu belum diperlukan.
Olivia terbaring pucat di tengah ranjang besar. Tubuhnya terasa seolah kehilangan seluruh tenaganya. Setiap kali ia mencoba duduk, dunianya berputar hebat. Rasa mual yang luar biasa menghantam lambungnya seperti ombak yang tak kunjung reda.
"Huekk..."
Olivia menutup mulutnya, mencoba menahan gejolak di perutnya. Pelayan dengan seragam putih bersih segera mendekat, menyodorkan wadah kristal dan handuk hangat dengan gerakan mekanis yang kaku.
Leonardo, yang sejak pagi tidak meninggalkan kamar, langsung bangkit dari kursi kerjanya di sudut ruangan. Ia menghampiri Olivia, duduk di tepi ranjang, dan membantu menyangga punggung istrinya yang lemas. Tangannya yang besar terasa panas di kulit Olivia yang dingin.
"Minum ini, sedikit demi sedikit," ucap Leonardo lugas. Ia menyodorkan gelas berisi air jahe hangat yang dibuat khusus oleh koki pribadi.
Olivia menggeleng, matanya terpejam rapat. "Baunya... aku tidak tahan."
"Kau harus minum, Olivia. Kau belum makan apa pun sejak semalam. Anakku butuh nutrisi," nada suara Leonardo tidak terbantahkan. Posesifitasnya kini bercampur dengan otoritas seorang ayah yang tidak mengenal kompromi.
"Anakmu... hanya itu yang kau pikirkan," bisik Olivia parau setelah berhasil menelan sedikit air jahe itu. Ia menyandarkan kepalanya yang berat di dada bidang Leonardo. "Aku merasa seperti mati, Leonardo. Kepalaku pusing, perutku sakit, dan aku tidak bisa melihat matahari."
Leonardo mengeratkan pelukannya. Ia mencium puncak kepala Olivia dengan intensitas yang menakutkan. "Kau sedang membawa pewaris De Luca. Tubuhmu sedang bekerja keras. Aku tidak akan membiarkanmu melakukan apa pun selain berbaring di sin…
Impoten Sang Singa Madrid
Mual dan belenggu emas
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 42 Episodes
Comments