Pagi itu, suasana mansion De Luca sedikit lebih tenang. Leonardo tidak mengenakan setelan jas hitamnya yang kaku. Ia memilih kaos polo hitam sederhana, mencoba meminimalisir "bau maskulin" yang biasanya membuat Olivia mual. Hari ini adalah jadwal pemeriksaan ultrasonografi (USG) rutin, dan Leonardo telah mengubah salah satu ruang medis di mansion menjadi klinik pribadi yang sangat canggih.
Dokter Sanchez sudah menunggu di sana. Olivia berbaring lemas di atas brankar, sementara Leonardo berdiri di sampingnya, menggenggam tangannya dengan sangat erat—seolah-olah jika ia melepasnya, Olivia akan menghilang.
"Kita akan melihat perkembangan si kecil, Tuan," ucap Dokter Sanchez sambil mengoleskan gel dingin ke perut Olivia yang mulai membuncit.
Begitu alat sensor menyentuh kulit Olivia, sebuah gambar hitam putih muncul di layar monitor besar di depan mereka. Awalnya hanya berupa gumpalan, namun kemudian Dokter Sanchez menekan sebuah tombol.
Deg-deg. Deg-deg. Deg-deg.
Suara detak jantung yang cepat dan kuat memenuhi ruangan. Leonardo membeku. Matanya yang biasanya menatap tajam penuh ancaman kini melebar, terpaku pada layar. Ia melihat sosok kecil yang sedang bergerak pelan, seolah sedang melambai pada ayahnya.
"Itu... itu suaranya?" suara Leonardo serak, hampir tidak terdengar.
"Itu detak jantung pewaris Anda, Tuan De Luca. Sangat kuat," jawab Dokter Sanchez dengan senyum tipis.
Leonardo merasakan sesuatu yang runtuh di dalam dadanya. Pria yang selama sepuluh tahun menganggap dirinya mati kini benar-benar merasakan kehidupan yang nyata. Ia menunduk, mencium punggung tangan Olivia dengan sangat lama. Ada genangan tipis di sudut matanya yang segera ia hapus dengan kasar sebelum Marco atau orang lain melihatnya.
Negosiasi di Ambang Pintu
Malam harinya, setelah momen emosional di ruang medis, Leonardo tidak langsung pergi ke sofa ruang kerja. Ia berdiri di ambang pintu kamar utama, memegang sebuah kotak beludru kecil dan seikat bunga mawar putih yang baunya sangat lembut—ia su…
Impoten Sang Singa Madrid
Detak jantung sang pewaris
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 42 Episodes
Comments