Pintu kamar utama terbanting menutup, suaranya bergema seperti vonis mati di lorong mansion yang sunyi. Leonardo tidak melepaskan cengkeramannya pada lengan Olivia hingga mereka berada di tengah ruangan. Amarah pria itu terasa nyata, menyebar seperti hawa panas yang menyesakkan.
"Duduk," perintah Leonardo. Suaranya rendah, namun mengandung otoritas yang tidak bisa dibantah.
Olivia tetap berdiri, menentang tatapan suaminya meski kakinya gemetar. "Aku bukan anjing penjagamu, Leonardo! Aku hanya pergi ke rumah kaca. Isabella juga ada di sana bersama pengawal!"
Leonardo melangkah maju, memangkas jarak hingga dada bidangnya bersentuhan dengan bahu Olivia. Ia merenggut dagu istrinya, memaksa mata biru itu menatap kegelapan di matanya. "Isabella sudah tua, dan pengawal bisa dibayar. Kau tahu apa yang ditemukan Marco di gudang yang terbakar itu? Sebuah foto. Fotomu saat sedang menyiram mawar pagi ini, diambil dari jarak jauh melalui lensa bidik penembak jitu."
Olivia terkesiap. Darahnya seolah membeku.
"Mereka tidak membakar gudang untuk uang, Olivia. Mereka memancingku keluar agar kau merasa aman dan melangkah keluar dari zona perlindunganmu," Leonardo mencengkeram rahang Olivia lebih erat, namun jemarinya gemetar karena kombinasi rasa takut kehilangan dan amarah yang meledak. "Jika aku tidak kembali lebih cepat karena firasat buruk, mungkin sekarang aku sedang mengumpulkan potongan tubuhmu di rumah kaca itu!"
Ketakutan mulai merayap di wajah Olivia, namun Leonardo tidak berhenti di situ. Posesifitasnya yang sudah di luar batas kini berubah menjadi obsesi untuk mengontrol setiap jengkal pergerakan istrinya.
"Karena kau tidak bisa menghargai nyawamu sendiri, aku yang akan menjaganya untukmu," ucap Leonardo lugas. Ia mendorong Olivia ke arah ranjang besar mereka. "Kau ingin kebebasan? Kebebasanmu berakhir di pintu kamar ini mulai detik ini. Kau tidak akan keluar, kau tidak akan menyentuh bunga, dan kau tidak akan melihat matahari kecuali aku yang membukakan gordennya."
"Kau…
Impoten Sang Singa Madrid
Terkurung dalam kemurkaan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 42 Episodes
Comments