Sembilan bulan telah berlalu dalam sangkar emas yang kini menjadi benteng paling tangguh di Madrid. Pintu baja setebal sepuluh sentimeter itu kini telah tertutup oleh wallpaper motif mawar Inggris, menyembunyikan kekuatan militer di balik estetika yang lembut.
Malam itu, badai mengguyur Madrid dengan guntur yang saling bersahutan. Leonardo sedang berada di ruang kerjanya, menatap layar monitor yang memantau setiap sudut perimeter mansion, ketika suara jeritan Olivia membelah kesunyian lorong.
"LEONARDO!"
Pria itu melompat dari kursinya seolah terkena sengatan listrik. Ia berlari menuju kamar utama, jantungnya berdegup lebih kencang daripada saat ia berada di tengah baku tembak. Ia menemukan Olivia terduduk di tepi ranjang, mencengkeram sprei sutranya hingga buku jarinya memutih. Cairan ketuban telah membasahi lantai marmer.
"Protokol Satu! Sekarang!" raung Leonardo melalui interkom.
Seketika, mansion itu berubah menjadi markas perang. Lampu sorot di luar berputar, tim medis yang sudah siaga selama tiga bulan terakhir berlari menuju kamar utama, dan Marco segera mengunci gerbang utama dengan barikade baja.
Musuh di Balik Bayang
Namun, di saat Olivia sedang berjuang melawan kontraksi yang semakin hebat, Marco masuk ke dalam kamar dengan wajah yang lebih pucat dari biasanya. Ia mendekat dan membisikkan sesuatu di telinga Leonardo.
"Tuan... sistem radar luar kita lumpuh. Seseorang memutus kabel optik bawah tanah. Dan ini bukan klan Navarro."
Leonardo membeku. Ia menatap Olivia yang sedang mengerang kesakitan, lalu menatap Marco. "Siapa?"
"Victor Volkov. Dia sudah berada di Madrid sejak dua hari lalu. Dia mengirimkan pesan ini ke frekuensi radio kita," Marco menyerahkan sebuah perangkat genggam.
Suara dingin dengan aksen Rusia yang kental terdengar di tengah deru badai. "Leonardo... kau membunuh adikku di London sepuluh tahun lalu. Sekarang, aku datang untuk mengambil pewarismu sebagai gantinya. Selamat menikmati malam persalinan yang berdarah."
Victor Volkov. Musuh sesu…
Impoten Sang Singa Madrid
Antara hidup dan mati
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 42 Episodes
Comments