Ketegangan di mansion De Luca mencapai titik didih. Leonardo tidak hanya mengurung Olivia, ia juga mulai membatasi pergerakan ibunya sendiri. Baginya, setiap orang di rumah ini adalah celah keamanan potensial selama pengkhianat yang mengambil foto Olivia belum ditemukan.
"Bunda, kembali ke kamarmu. Aku sudah menempatkan dua pengawal tambahan di depan pintumu," ucap Leonardo lugas saat bertemu Donna Isabella di koridor utama.
Isabella menatap putranya dengan tatapan tajam yang penuh kekecewaan. "Kau sudah gila, Leonardo. Kau memperlakukan rumah ini seperti penjara bawah tanah. Istrimu tidak makan sejak pagi, dan sekarang kau menyuruh ibumu sendiri untuk bersembunyi?"
"Aku menyuruhmu istirahat demi keselamatanmu, Bunda! Foto itu diambil dari dalam perimeter. Ada pengkhianat di antara pelayan atau penjaga kita," bentak Leonardo. Napasnya memburu, matanya merah karena kurang tidur dan paranoid yang memuncak. "Sampai aku menemukan siapa yang menjual akses itu, tidak ada yang boleh berkeliaran."
Isabella menghela napas panjang, menyadari bahwa putranya sedang tenggelam dalam kegelapan yang sama yang dulu menghancurkan ayahnya. "Kau akan kehilangan dia, Leo. Bukan karena peluru Navarro, tapi karena tanganmu sendiri yang mencekiknya."
Tanpa menjawab, Leonardo melangkah pergi menuju kamar utamanya. Ia memberikan isyarat pada Marco yang berdiri siaga di depan pintu kayu jati itu. Marco mengangguk dan membukakan kunci.
Begitu masuk, suasana kamar terasa sunyi dan dingin. Gorden masih tertutup rapat. Leonardo melihat Olivia terbaring di ranjang, posisinya hampir tidak berubah sejak ia pergi tadi pagi. Nampan sarapan di meja kecil di samping tempat tidur masih utuh; bubur dan buah-buahan itu sudah dingin dan mengeras.
Leonardo melangkah mendekat, duduk di tepi ranjang. Ia menatap wajah istrinya yang pucat. Lingkaran hitam mulai muncul di bawah mata biru Olivia yang biasanya bersinar. Gadis itu tidak menoleh, ia hanya menatap kosong ke arah dinding.
Rasa sesak yang asing tiba-tib…
Impoten Sang Singa Madrid
Sang singa yang terisolasi
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 42 Episodes
Comments