Suara tangisan bayi itu seperti lonceng yang memecah kabut kegilaan di dalam kamar bunker. Olivia terengah-engah, tubuhnya bersimbah keringat dan air mata, sementara Dokter Sanchez segera membungkus makhluk kecil yang merah itu dengan kain sutra putih yang bersih.
Leonardo terpaku. Untuk beberapa detik, ia bukan lagi seorang bos mafia. Ia hanya seorang pria yang menatap keajaiban di depan matanya. Namun, dentuman keras di pintu baja—hasil dari ledakan thermal charge yang dipasang Volkov di koridor—mengembalikan insting pembunuhnya.
Leonardo membungkuk, mencium kening Olivia dengan sangat dalam, lalu membisikkan sesuatu di telinganya.
"Istirahatlah, mi amor. Jaga putra kita. Aku harus membersihkan sampah di depan pintu rumah kita."
"Leo, jangan..." bisik Olivia lemah, jemarinya mencoba menahan ujung kemeja Leonardo yang sudah kotor.
"Aku akan kembali dalam sepuluh menit. Atau rumah ini akan menjadi kuburan bagi siapa pun yang berani mengusik tidur kalian," jawab Leonardo lugas. Matanya yang tadi sempat melembut kini berubah menjadi sepasang lubang hitam yang dingin dan mematikan.
Pintu Neraka Terbuka
Leonardo meraih senapan serbu SIG Sauer MCX dari rak senjata rahasia di balik dinding. Ia tidak mengenakan rompi peluru; kemarahannya sudah menjadi pelindung yang lebih tebal dari baja. Ia menekan kode biometrik, dan pintu baja raksasa itu bergeser terbuka perlahan.
Di koridor yang dipenuhi asap abu-abu dan aroma mesiu, Victor Volkov berdiri bersama empat tentara bayarannya. Mereka terkejut melihat pintu itu terbuka bukan karena ledakan mereka, melainkan karena sang pemilik rumah sendiri yang melangkah keluar.
Leonardo melangkah keluar sendirian. Wajahnya datar, namun aura di sekitarnya begitu pekat hingga salah satu tentara bayaran Volkov tanpa sadar mundur satu langkah.
"Kau datang di waktu yang salah, Victor," suara Leonardo bergema di lorong yang sunyi. "Kau mengganggu kelahiran putraku. Itu adalah kesalahan terakhir dalam hidupmu."
"Leonardo! Kau pikir kau dewa di s…
Impoten Sang Singa Madrid
Singa yang terluka dan murka
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 42 Episodes
Comments