Mansion De Luca kembali diselimuti aura "darurat medis" yang sangat akrab di ingatan Leonardo. Bedanya, kali ini ada seorang bocah berusia lima tahun yang merasa dirinya adalah komandan operasi perlindungan tingkat tinggi. Begitu testpack menunjukkan garis dua, Luciano segera mengaktifkan protokolnya sendiri.
"Paman Marco, aku butuh daftar makanan yang membuat bayi jadi pintar dan kuat seperti singa," ucap Luciano, berdiri tegak di depan meja kerja Marco dengan tangan bersedekap.
Marco, yang biasanya sibuk memantau rute logistik senjata, kini terpaksa membuka tab baru di komputernya: “Nutrisi Ibu Hamil Trimester Pertama”.
"Siap, Tuan Muda. Saya sudah mencatat bahwa bayam dan alpukat adalah prioritas," jawab Marco dengan wajah serius yang dipaksakan. "Apakah Anda ingin saya menyiapkan tim pengawal khusus untuk buah-buahan ini?"
"Tentu saja. Dan pastikan Ayah tidak membuat Bunda kesal. Kalau Bunda stres, adikku bisa pusing di dalam sana," instruksi Luciano dengan nada yang sangat mirip dengan cara Leonardo memerintah anak buahnya.
Hukuman Jilid Dua
Leonardo, sementara itu, sedang merasakan "keadilan alam". Sepertinya, janin kedua ini jauh lebih sensitif dibandingkan Luciano dulu. Jika dulu Luciano hanya menolak bau parfum, bayi kedua ini seolah menolak keberadaan Leonardo secara visual.
"Leo, bisakah kau memakai topeng atau setidaknya jangan menatapku seperti itu? Wajahmu membuatku ingin mual," gumam Olivia yang sedang berbaring lemas dengan kompres hangat di dahi.
Leonardo terpaku di ambang pintu. "Olivia, ini wajah yang kau cintai. Aku bahkan sudah mencukur janggutku agar tampak lebih lembut!"
"Bayinya tidak setuju, Leo. Pergi ke ruang kerja," usir Olivia pelan.
Leonardo berbalik dengan pundak lesu, hanya untuk menemukan Luciano berdiri di koridor dengan buku catatan kecil di tangannya.
"Ayah, kau melanggar Protokol Satu: 'Jangan membuat Bunda mual dengan wajah garangmu'. Sebagai hukuman, Ayah dilarang masuk ke kamar selama dua jam dan harus membantuku mencuci mobil…
Impoten Sang Singa Madrid
Ritual sang kakak dan karma yang berganda
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 42 Episodes
Comments