Tiga hari setelah keberangkatan orang tuanya ke Inggris, Olivia merasa seolah dinding mansion De Luca mulai menghimpitnya. Leonardo benar-benar menepati ucapannya. Pria itu tidak membiarkan Olivia meninggalkan area sayap utama. Pelayan mengantarkan makanan ke depan pintu, dan Leonardo sendiri yang membawa nampan itu masuk.
Leonardo seolah sedang merayakan kemenangannya atas kutukan sepuluh tahun itu dengan cara yang paling primitif. Ia menuntut kehadiran Olivia setiap saat. Jika ia harus bekerja di ruang kerjanya yang berada di lantai yang sama, ia memaksa Olivia duduk di sofa ruangan itu, membaca buku atau sekadar berada dalam jangkauan pandangannya.
"Leonardo, aku butuh udara segar. Rumah kaca itu hanya berjarak seratus meter dari sini," ucap Olivia suatu sore, meletakkan bukunya dengan kasar.
Leonardo tidak mendongak dari tumpukan berkas logistik pelabuhan di mejanya. "Udara di sini sudah cukup bersih, Olivia. Sistem filtrasi di mansion ini adalah yang terbaik."
"Ini bukan soal filtrasi! Ini soal kewarasan!" Olivia berdiri, melangkah mendekati meja kerja suaminya. "Kau memperlakukanku seperti pajangan. Aku sudah lemas karena kau tidak membiarkanku tidur dengan tenang, dan sekarang kau melarangku menyentuh bungaku sendiri?"
Leonardo meletakkan penanya. Ia bersandar pada kursi kulitnya, menatap Olivia dengan tatapan yang sangat intens—tatapan yang selalu membuat Olivia merasa sedang diperiksa oleh pemangsa. Pria itu bangkit, berjalan mengitari meja, dan berdiri tepat di depan Olivia.
"Kau masih pucat," Leonardo menyentuh pipi Olivia dengan punggung tangannya. Gerakannya posesif, seolah ia sedang memeriksa aset berharganya. "Dan kau masih gemetar setiap kali aku menyentuhmu. Itu artinya kau belum cukup kuat untuk bekerja."
"Aku gemetar karena aku kesal!" balas Olivia lugas.
"Atau karena kau masih merasakan jejakku di tubuhmu," bisik Leonardo rendah. Ia menarik pinggang Olivia, merapatkan tubuh mereka. "Dengar, Olivia. Klan Navarro mungkin sudah hancur, tapi tikus-ti…
Impoten Sang Singa Madrid
Sangkar emas dan posesi
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 42 Episodes
Comments
Ani Jumadi
terlalu berlebihan sih bisa ga jangan terlalu mengekang
2026-06-25
0