Satu tahun yang lalu, pada hari pertama aku memulai perjalanan sebagai siswa SMA. Pukul tujuh pagi, aku berjalan di trotoar dengan hati yang berdebar-debar. Udara pagi terasa segar dan semangat membara menyelimuti diriku.
Di sepanjang jalan, aku melihat murid lain yang juga berjalan menuju sekolah. Senyum-senyum dan sapaan hangat menghiasi pagi itu, menciptakan atmosfer yang penuh kegembiraan dan antusiasme.
“Hei, manis. Dari pada pergi ke sekolah, lebih baik kamu ikut dengan kami” ucap seorang pria sambil menghampiriku bersama dengan kedua temannya.
Dilihat dari penampilannya, mereka pasti adalah preman. Apa mereka mencoba merayuku? Padahal ini masih pagi lho. Apa kalian tidak ada kerjaan lain?
“Maaf pak, saya harus pergi ke sekolah sekarang!” Ujarku, lalu mencoba pergi. Tapi salah seorang preman itu memegang tanganku, membuat langkahku terhenti.
“Lepaskan!” Ucapku, menatapnya dengan tatapan tajam.
“Wah, seramnya” ucap pria itu sambil menyeringai.
Kedua temannya tertawa. Aku menghela nafas, merasa kesal terhadap mereka bertiga. Terlebih lagi, semua orang yang dari tadi melirikku sekarang berpura-pura tidak melihat apapun. Namun, tiba-tiba seorang siswa laki-laki datang dan menghampiri kami.
“Apa yang kalian lakukan?” Tanya laki-laki itu.
“Hah? Apa masalahmu? Apa kau ingin menjadi seorang pahlawan?” Ejek salah satu preman dengan nada merendah.
Mereka bertiga kemudian tertawa, tetapi laki-laki itu tidak terpengaruh. Dia dengan berani meninju perut salah satu preman, membuatnya jatuh pingsan. Kedua temannya terkejut dengan tindakan itu, begitu juga dengan diriku. Salah satu preman yang tersisa mencoba melancarkan serangan pada laki-laki itu, namun dia berhasil menghindarinya dengan lincah. Lalu, dengan keahliannya, dia memberikan tendangan lutut ke arah dagu preman tersebut, diikuti dengan beberapa pukulan ke wajahnya hingga akhirnya preman itu tumbang.
Satu orang preman yang tersisa ketakutan melihat hal satu temannya yang tumbang dengan satu pukulan dan satunya l…
Hammer Of Judgment
BAB 16
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 55 Episodes
Comments