Gelap… tempat ini sangat gelap. Ketika aku membuka mataku, yang kulihat hanyalah kegelapan sejauh mata memandang. Aku berteriak dan berlari mencari cahaya. Tapi, yang aku temukan hanya kegelapan.
“Apa kau bahagia?” Tanya seseorang tiba-tiba, membuatku sangat kaget.
“Siapa?” Teriakku, sambil mencari asal suara itu. Namun, aku tidak dapat menemukannya, karena suara itu seolah-olah datang dari arah mana saja.
“Kau pasti bahagia, kan? Kau sekarang punya teman, dan kaupun sekarang jatuh cinta pada seseorang,” ucap suara itu semakin jelas dan keras, seolah-olah suara itu semakin mendekat ke arahku.
Aku terus memutar-mutar badanku, mencari asal suara itu. “Siapa kau?” Tanyaku lagi dengan panik.
“Kau terus hidup bahagia bersama keluarga, teman, dan orang yang kau cintai.
“Siapa kau? Keluarlah!” Teriakku.
“Kau terus hidup bahagia dan melupakan dosa yang telah kau lakukan. Apa kau pikir kau pantas mendapatkannya?” Tanyanya. Namun, kali ini asal suara itu menjadi sangat jelas, tepat berada di belakangku.
Aku menelan ludah, wajahku pucat saat perlahan memutar badanku ke belakang. Mataku langsung membelalak, melihat wajah seseorang dengan dahi, mata, hidung, dan mulutnya mengeluarkan darah, membuatku merinding.
“Dasar pembunuh!”
“Tidaaaaaaaaak!” Teriakku sambil bangkit dari tidur.
Nafasku terengah-engah, aku melihat ke sekelilingku, menyadari bahwa aku berada di dalam tenda.
“Mimpi?” Gumamku.
“Ada apa, Erina?” Teriak Nada dengan cemas ketika membuka pintu tenda.
Aku melihat ke arah Nada yang berdiri di pintu tenda, diikuti Arvin dan Reno yang berdiri di belakang Nada.
“Ada apa, Rin?” Tanya Arvin dengan nada khawatir.
“Ah, tidak! Aku hanya mengalami mimpi buruk!” Jawabku.
“Apa kamu memimpikan hal itu lagi?” Tanya Nada.
Aku tertegun, wajahku seketika pucat ketika mengingat mimpi itu lagi.
Arvin dan Reno saling pandang, tidak mengerti dengan apa yang Nada maksudkan. Nada kemudian menghampiriku, lalu memelukku dan mengusap kepalaku dengan lembut.
“Tidak apa, aku akan selalu ada di s…
Hammer Of Judgment
BAB 30
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 55 Episodes
Comments