Beberapa menit kemudian, kami sampai di rumahku.
“Silahkan masuk, Arvin,” ujar ibu sambil tersenyum.
“Ma-maaf mengganggu,” jawab Arvin.
“Kamu tidak perlu kaku begitu. Santai saja dan anggap seperti rumah sendiri,” ucap ibu, kemudian mengambil barang belanjaan dari Arvin. “Makanannya akan segera Tante siapkan, jadi kamu tunggu saja bersama Erina, ya,” tambah ibu sambil tersenyum.
“Ba-baik, Tante,” ucap Arvin. Aku kemudian mengajak Arvin ke kamarku yang berada di lantai dua.
“Silahkan duduk dimana saja,” ujarku.
Arvin mengangguk, dia kemudian duduk di atas karpet berbulu. Aku pun ikut duduk di sebelah Arvin sambil memeluk lututku. Sinar matahari sore menyinari kamarku, menciptakan warna merah keorenan yang menenangkan. Cahaya yang lembut memancar, memberikan suasana hangat dan damai. Aku kemudian menyandarkan kepalaku ke bahu Arvin.
“Maaf ya, jika kami terkesan memaksa,” ucapku.
“Ah, tidak apa kok. Malahan aku merasa sedikit senang,” jawab Arvin.
“Benarkah?” Tanyaku.
“Ya,” jawab Arvin sambil mengangguk.
Hening sejenak, cahaya matahari sore perlahan-lahan menghilang, digantikan oleh kegelapan malam. Tiba-tiba suara ketukan pintu kamarku berbunyi, memecahkan keheningan.
“Kak, makanannya sudah siap,” ucap Kana, adik perempuanku dengan selisih umur dua tahun.
“Ya, kami akan turun sekarang,” sahutku.
Aku dan Arvin kemudian turun ke lantai satu dan pergi ke ruang makan. Terlihat ibu dengan cekatan meletakkan piring-piring yang berisi sambal di atas meja makan, dibantu oleh Kana dan ayah yang duduk sambil membaca koran dengan seragam kantornya yang masih dipakai.
Aku dan Arvin duduk bersebelahan, diikuti oleh ibu dan Kana.
“Apa ada yang tidak kamu sukai, Arvin?” Tanya ibu.
“Tidak, tidak ada,” jawab Arvin, kali ini terlihat lebih santai dari sebelumnya.
Ayah kemudian melipat kembali korannya. Kami kemudian mulai menyantap makanan kami. Ruang makan menjadi hening, hanya terdengar suara sendok yang beradu dengan piring.
Berbeda dengan ibu,…
Hammer Of Judgment
BAB 19
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 55 Episodes
Comments