Keesokan harinya, pukul sepuluh pagi, suasana kantin dipenuhi tawa dan percakapan hangat kami. Aku mengajak Alice, murid pindahan yang baru saja bergabung dengan kelas kami, untuk bergabung dalam makan siang bersama Nada dan Reno. Kami duduk bersama, saling memperkenalkan diri, dan berbagi cerita sambil menikmati hidangan yang lezat.
Saat perbincangan kami tengah berlangsung, Alice tiba-tiba mengajukan pertanyaan yang mengejutkan tentang Hammer of Judgment, membuat kami bertiga terdiam dalam kebingungan.
“Oh ya, aku mendengar bahwa murid di sekolah ini sering terlibat dalam berbagai kasus, terutama yang berkaitan dengan Hammer of Judgment. Apakah dia juga terlibat dalam mengubah penampilan dan meretas CCTV untuk menyembunyikan identitasnya?” Tanya Alice, menciptakan momen keheningan yang penuh ketegangan di antara kami.
“Apa maksudmu dengan ‘juga’? Apakah kamu juga tertarik untuk mengetahui siapa sebenarnya HoJ itu?” Tanya Nada dengan ekspresi penasaran.
“Atau mungkin kamu pernah berinteraksi dengannya sebelumnya?” Tambah Ku, mencoba membuka lapisan misteri yang semakin mengental.
Alice tersenyum misterius sebelum menyatakan, “Tidak, aku belum pernah bertemu dengannya. Hanya saja...” namun pembicaraannya terhenti oleh bel yang menandakan berakhirnya istirahat.
“Aku akan ceritakan nanti saat pulang sekolah. Sepertinya ini bukan tempat yang tepat untuk berbicara tentang hal itu,” ujar Alice sambil bangkit dari tempat duduknya, mengajak kami kembali ke kelas.
Kami bertiga saling bertatapan, merasa penasaran dengan apa yang akan Alice sampaikan. Kami hanya bisa menunggu hingga saat pulang sekolah tiba.
Selama jam pelajaran berlangsung, pikiranku terus melayang ke pembicaraan yang akan kami lanjutkan nanti. Apakah kali ini kami akan menemukan petunjuk baru? Atau mungkin kami akan mengungkap identitas sebenarnya dari HoJ? Rasa penasaran dan keingintahuan semakin menguat saat waktu pulang sekolah semakin mendekat.
Pukul lima sore, aku, Nada, dan Reno berkumpul di halaman b…
Hammer Of Judgment
BAB 40
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 55 Episodes
Comments