Pukul lima sore, di dalam kamarku yang redup dengan gorden tertutup rapat, aku duduk memeluk lututku dengan erat. Suasana hening terasa menyelimuti ruangan, seolah mencerminkan kekosongan yang kini merasuki hatiku.
Satu hari setelah keberangkatan Arvin, kabar mengerikan mulai menyebar dengan cepat. Berita tragis tentang kecelakaan pesawat yang merenggut nyawa semua penumpangnya, termasuk Arvin, membuat hatiku terasa hancur berkeping-keping. Detik demi detik terasa berat, seolah waktu berhenti berputar di saat itu.
Dengan tatapan kosong, aku menatap kehampaan di luar jendela, mencoba mencerna kenyataan yang terlalu berat untuk dipikirkan. Air mata tak tertahankan mulai mengalir tanpa henti, meresapi setiap sudut hatiku yang terasa rapuh. Kenangan indah bersama Arvin merebak dalam pikiranku, meninggalkan rasa kehilangan yang begitu mendalam dan tak terucapkan.
“Pembohong…” Gumamku dengan suara serak. “Kamu berjanji akan kembali…”
Belum genap beberapa detik, tiba-tiba Nada masuk ke dalam kamarku dan duduk di hadapanku.
“Erina…” ucap Nada dengan lembut, mencoba menyentuh hatiku yang tengah hancur.
Aku menatap Nada dengan mata yang penuh keputusasaan. “Ini pasti mimpikan? Vin tidak mungkin meninggalkanku! Dia sudah berjanji kalau dia akan kembali,” ucapku dengan suara yang penuh putus asa, air mata tak henti-hentinya mengalir deras.
Nada terlihat terguncang melihat keadaanku yang hancur, dia kemudian menggertakkan giginya dan mengerutkan keningnya.
Belum genap beberapa detik berlalu, Nada tiba-tiba memelukku, mencoba memberikan kehangatan dan dukungan dalam momen kepedihan yang melanda hatiku.
Dalam dekapan hangat Nada, aku merasakan kehampaan yang begitu dalam. Kehilangan Arvin terasa seperti mematahkan setiap bagian hatiku, meninggalkan luka yang sulit sembuh. Air mataku terus mengalir, menyirami rasa sakit yang tak terucapkan.
“Erina, tenanglah. Arvin masih bersamamu, meskipun hanya dalam kenangan” ucap Nada dengan suara lembut yang penuh pengertian, mencoba meredakan…
Hammer Of Judgment
BAB 38
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 55 Episodes
Comments