Setelah pertemuan itu, Arvin dan Erina pergi ke kamar yang telah disiapkan oleh Isabella. Tentu saja, mereka berdua berada di satu kamar yang sama. Ketika Arvin menaiki tempat tidur, Erina mendorong tubuh Arvin dan menindihnya. Ia mencekik leher Arvin, menatapnya dengan ekspresi yang menyeramkan. "Nah, sekarang... jelaskan semuanya!" ujar Erina, suaranya berdesis mengancam.
Arvin mencoba bernapas, "Rin, lepaskan dulu..."
"Tidak! Jelaskan semuanya!" Erina mencengkeram leher Arvin lebih erat, matanya berkilat dengan kemarahan.
Arvin merasa sesak napas, "Baiklah, baiklah... aku akan menjelaskan semuanya."
"Pertama kali aku bertemu Isabella ketika aku berumur lima tahun," ujar Arvin, suaranya terengah-engah. "Aku merasa iri dengan Isabella yang dapat tersenyum bebas tanpa ada beban. Pertemuan kedua kami adalah tujuh tahun yang lalu, ketika aku terbebas dari genggaman keluargaku. Saat itu senyum Isabella yang dulu aku lihat telah menghilang. Isabella menyarankan kepadaku untuk hidup normal dan pergi kesekolah. Pada awalnya, aku ragu dapat hidup normal setelah apa yang aku lalui, tapi aku memutuskan untuk mencobanya. Setelah beberapa bulan menjalani hidup seperti orang pada umumnya, aku merasa aku tidak dapat hidup normal. Aku kemudian menyarankan kerja sama atau aliansi untuk menjatuhkan keluargaku setelah mengetahui masa lalu Isabella. Dan... Isabella jugalah yang membantuku untuk menolongmu lima tahun yang lalu. Intinya, Isabella lah yang selalu membantuku dalam tujuh tahun ini."
Setelah mendengar semua itu, Erina mulai melepas cekikannya, merebahkan tubuhnya di atas Arvin, memeluknya erat. Arvin membalas pelukannya, mencoba menenangkan Erina yang masih gemetar.
"Lima tahun ini, kita selalu tidur bersama, di tempat tidur yang sama," ujar Erina, suaranya bergetar sedikit. "Ajaibnya tidak ada apapun yang terjadi. Kita hanya berbicara…
Hammer Of Judgment
BAB 52
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 55 Episodes
Comments